Jangan Asal Simpan, Ini Cara Merawat Sleeping Bag yang Benar

Sleeping bag
ilustrasi tidur di dalam Sleeping bag. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTASleeping bag menjadi perlengkapan penting saat berkemah atau mendaki gunung karena membantu menjaga suhu tubuh tetap hangat selama beristirahat. Namun, setelah digunakan di alam terbuka, sleeping bag perlu dirawat dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.

Sisa keringat, debu, embun, hingga kelembapan yang menempel dapat memicu bau tidak sedap, pertumbuhan jamur, dan menurunkan kemampuan insulasi jika sleeping bag langsung disimpan. Perawatan sederhana setelah digunakan dapat memperpanjang usia pakai sekaligus mempertahankan kenyamanan saat dipakai kembali.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat sleeping bag.

Advertisement

1. Angin-anginkan sebelum disimpan

Jangan langsung menggulung sleeping bag setelah selesai digunakan. Lapisan dalam biasanya masih menyimpan kelembapan akibat keringat maupun embun malam.

Balik sleeping bag sehingga bagian dalam berada di luar, lalu bentangkan di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari menjemurnya di bawah sinar matahari langsung karena paparan sinar ultraviolet dalam waktu lama dapat merusak bahan dan lapisan pengisinya.

Biarkan selama sekitar empat hingga enam jam hingga benar-benar kering sebelum dilipat atau disimpan.

Baca Juga :  Jangan Langsung Cari Pelarian, Ini 7 Cara Mengusir Bosan dalam Hubungan

2. Gunakan cairan antibakteri, bukan parfum

Banyak orang menyemprotkan parfum untuk menghilangkan bau pada sleeping bag. Padahal, pewangi hanya menutupi aroma tanpa mengatasi bakteri penyebab bau sehingga dalam jangka waktu tertentu aroma tidak sedap dapat muncul kembali.

Sebagai alternatif, gunakan campuran air bersih dan alkohol 70 persen dalam botol semprot. Semprotkan tipis pada bagian luar maupun dalam sleeping bag, kemudian angin-anginkan hingga benar-benar kering sebelum disimpan.

3. Bersihkan noda dengan metode spot cleaning

Sleeping bag tidak perlu dicuci secara menyeluruh setiap selesai dipakai. Pencucian yang terlalu sering justru dapat mengurangi kemampuan bahan pengisi untuk mengembang dan menjaga kehangatan.

Apabila hanya terdapat noda kecil, cukup lakukan spot cleaning. Gunakan kain mikrofiber atau spons lembut yang dibasahi air hangat dan sedikit sabun bayi, kemudian usapkan perlahan pada area yang kotor. Setelah bersih, keringkan dengan lap dan gantung hingga sisa kelembapan hilang.

4. Simpan tanpa ditekan terlalu lama

Compression bag memang praktis digunakan saat membawa sleeping bag dalam perjalanan. Namun, kantong tersebut tidak disarankan untuk penyimpanan jangka panjang.

Baca Juga :  Delapan Negara Tetapkan 1 Ramadan pada 2 Maret 2025, Ini Daftarnya!

Tekanan yang terus-menerus dapat membuat bahan pengisi kehilangan daya mengembang sehingga kemampuan menjaga suhu hangat ikut berkurang.

Setelah perjalanan selesai, simpan sleeping bag dalam kantong berbahan katun, kantong jaring, atau gantung menggunakan hanger berukuran besar agar sirkulasi udara tetap terjaga.

5. Pastikan tempat penyimpanan tetap kering

Lingkungan yang lembap menjadi tempat ideal bagi jamur berkembang. Selain menimbulkan bau apek, jamur juga dapat merusak bahan sleeping bag dan menurunkan performa insulasinya.

Untuk mengurangi kelembapan, letakkan beberapa kantong silica gel atau penyerap lembap di dalam lemari penyimpanan. Pastikan silica gel tidak bersentuhan langsung dengan kain agar tidak berisiko merusak material apabila kemasannya bocor.

Perawatan sederhana, manfaat jangka panjang

Merawat sleeping bag secara rutin tidak membutuhkan banyak waktu, tetapi memberikan manfaat besar untuk menjaga kualitas perlengkapan outdoor tersebut. Sleeping bag yang bersih, kering, dan tersimpan dengan benar akan tetap nyaman digunakan, memiliki daya insulasi yang optimal, serta lebih awet meski sering menemani aktivitas berkemah maupun pendakian.***

Editor : Syafira

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel