TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana hangat menyelimuti dunia musik Indonesia ketika Tiara Andini merilis album penuh keduanya yang bertajuk Edelweiss pada 17 Oktober 2025. Album ini menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya yang dimulai sejak 2021—sebuah kisah empat tahun penuh warna, jatuh bangun, dan pertumbuhan musikal seorang penyanyi muda yang kini makin matang.
Album Edelweiss berisi delapan lagu yang menggambarkan spektrum emosi manusia—dari cinta, kesedihan, hingga proses berdamai dengan kehilangan. Dua lagu lama, Kupu-Kupu dan Bukan Untukku, turut dimasukkan sebagai pengingat perjalanan awal Tiara.
Sementara enam lagu baru seperti Adu Bola Mata, Penenangmu, Dengar, Kusut, Cinta Seperti Aku, dan Kalah Lagi memperlihatkan sisi lain dari Tiara yang lebih ekspresif dan reflektif.
Lagu Adu Bola Mata dipilih sebagai title track dari album ini. Lagu tersebut ditulis dan diproduseri oleh trio Laleilmanino (Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro) yang dikenal dengan aransemen lembut dan lirik emosional.
Kehadiran mereka memberi warna khas pada album ini, menguatkan karakter suara Tiara yang lembut namun penuh daya gugah.
Tak hanya bekerja sama dengan Laleilmanino, Tiara juga menggandeng Yovie Widianto, Andmesh Kamaleng, BIANCADIMAS, S/EEK, dan Adrian Rahmat Purwanto—nama-nama besar yang sudah dikenal dalam industri musik Indonesia.
Kolaborasi lintas generasi ini menjadikan Edelweiss sebagai karya yang kaya nuansa, sekaligus mencerminkan kematangan musikal Tiara.
Namun, ada yang berbeda dari Edelweiss. Tiara tak lagi hanya menjadi penyanyi yang membawakan lagu orang lain. Di album ini, ia menulis tiga lagu sendiri, menghadirkan lirik yang lahir dari pengalaman dan perasaannya.
“Dalam album ini, aku ingin menampilkan sesuatu yang lebih jujur dan personal,” ungkap Tiara dalam keterangan resminya.
Langkah itu menunjukkan keberanian Tiara untuk keluar dari zona nyaman dan menegaskan identitasnya sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu.
Ia berharap Edelweiss bisa menjadi simbol ketulusan dan ketekunannya dalam bermusik layaknya bunga edelweiss yang tumbuh di ketinggian dan melambangkan keabadian.
Dengan semua elemen itu, Edelweiss bukan sekadar album kedua. Ia adalah cermin perjalanan panjang Tiara Andini dari bintang baru yang penuh harapan menjadi musisi yang menemukan suaranya sendiri. Sebuah karya yang diharapkan, seperti judulnya, akan abadi di hati para pendengarnya.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































