TIMETODAY.ID — Musisi Baskara Putra, yang lebih dikenal dengan nama Hindia, mengungkapkan alasan di balik lagu-lagu kritis yang ia ciptakan. Menurutnya, dalam situasi Indonesia yang tak baik-baik saja, sulit baginya untuk hanya menulis lagu bertema personal atau sekadar kisah cinta.
“Buat gue, gimana caranya lo bener-bener bisa fokus cuma cerita hal-hal pribadi lo doang atau bikin lagu cinta doang di saat keadaannya kayak gini?” ujar Baskara dalam program Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com, Kamis (3/4/2025).
Sikap Non-Apatis dalam Berkarya
Baskara menegaskan bahwa ia tidak ingin bersikap apatis terhadap kondisi negara saat ini. Baginya, mengabaikan realitas sosial dalam karya musiknya adalah bentuk ketidakpedulian.
Ia juga menjelaskan bahwa proses kreatifnya selalu dimulai dengan observasi, baik dari kehidupan pribadinya maupun lingkungan sosial di sekitarnya.
“Keduanya saling berhubungan kan? Apa yang terjadi di hidup gue terpengaruh dari sama apa yang terjadi di lingkungan gue,” tuturnya.
Menurutnya, sebagai orang Indonesia, sangat wajar jika berbagai aspek sosial dan politik turut mempengaruhi karyanya. Berbagai kebijakan dan kondisi negara secara tidak langsung membentuk cara pandangnya dalam menulis lagu, termasuk yang bertemakan cinta.
Kritik Tersirat dalam Lagu Cinta
Baskara juga menyoroti bagaimana lagu-lagu cinta di Indonesia jarang sekali menggambarkan latar yang berhubungan dengan transportasi publik atau ruang publik lainnya. Ia mencontohkan bahwa dalam lagu-lagu romantis, pasangan sering digambarkan bepergian dengan mobil pribadi, bukan menggunakan kendaraan umum.
“Dia nih, penyanyinya, solois prianya datang ke rumah perempuannya, pasangannya dijemput naik mobil. (Itu menggambarkan) oh berarti public transport di sini jelek,” ujarnya.
Album Doves dan Lagu Bernuansa Kritis
Dalam album terbarunya yang berjudul Doves, Baskara kembali menghadirkan lagu-lagu yang sarat akan kritik sosial. Salah satunya adalah lagu Anak Itu Belum Pulang, serta Kamis, yang menceritakan kisah Maria Sumarsih mengenai kematian Wawan.
Dengan konsistensinya dalam mengangkat isu sosial dalam musiknya, Hindia terus membuktikan bahwa lagu bukan sekadar sarana ekspresi, tetapi juga medium untuk menyampaikan kritik dan refleksi atas kondisi masyarakat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































