Jempol Anda Sering Nyeri? Bisa Jadi Bukan Hanya Kelelahan Biasa

jempol
ilustrasi jempol tangan sakit (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gerakan sederhana seperti menulis, menggenggam, atau sekadar membuka tutup botol bisa terasa menyiksa ketika jempol tangan mulai sakit.

Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal dari cedera, peradangan, atau gangguan sendi yang membutuhkan perhatian serius.

Rasa sakit pada jempol biasanya muncul akibat gerakan berulang, benturan, atau gangguan pada sendi dan saraf di sekitarnya. Sensasinya bisa berupa nyeri menusuk, pegal, kaku, bahkan disertai bengkak.

Advertisement

Jika dibiarkan tanpa penanganan, keluhan ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan fungsi tangan secara keseluruhan.

Menurut sejumlah dokter spesialis ortopedi, nyeri jempol yang tidak kunjung membaik perlu diwaspadai, terutama bila disertai mati rasa, pembengkakan berat, atau kesulitan menggerakkan jari.

Berikut sejumlah penyebab umum yang sering menjadi pemicu jempol tangan terasa sakit.

Cedera atau Trauma Ringan

Cedera pada jempol bisa terjadi saat terjatuh, terjepit pintu, atau terbentur benda keras. Kondisi ini menyebabkan jaringan di sekitar jempol meregang atau robek sebagian, menimbulkan memar, nyeri, dan keterbatasan gerak. Biasanya, rasa sakit muncul segera setelah insiden dan memburuk saat jempol digerakkan.

Penggunaan Berlebihan

Di era digital, mengetik di ponsel atau bermain gim terlalu lama bisa memicu peradangan pada tendon jempol, dikenal sebagai tenosinovitis.

Baca Juga :  Nyeri Belikat Kiri, Gejala Sepele yang Bisa Jadi Alarm Kesehatan

Keluhan ini banyak dialami pekerja kantoran, pelajar, dan ibu rumah tangga. Gejalanya berupa nyeri saat menggerakkan jempol, pembengkakan, serta bunyi “klik” atau rasa tersangkut saat jempol digerakkan.

Osteoartritis

Penuaan juga berperan besar dalam munculnya nyeri sendi jempol. Pada penderita osteoartritis, bantalan sendi menipis sehingga jempol terasa kaku di pagi hari dan nyeri saat digunakan.

Aktivitas sederhana seperti memegang pena atau membuka botol pun bisa terasa sulit dilakukan.

Asam Urat

Pada sebagian orang, penumpukan kristal asam urat di sendi jempol dapat memicu nyeri tajam mendadak.

Area jempol tampak bengkak, kemerahan, dan terasa panas. Kondisi ini sering menyerang mereka yang gemar mengonsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, atau seafood.

Infeksi

Luka kecil saat memotong kuku atau tertusuk jarum bisa menjadi pintu masuk bakteri penyebab infeksi.

Bila tidak segera dibersihkan, jempol bisa mengalami pembengkakan, nyeri hebat, hingga keluar nanah. Dalam kasus berat, infeksi bahkan dapat menyebar ke jaringan lain dan menimbulkan demam.

Gangguan Saraf

Nyeri jempol juga bisa dipicu oleh carpal tunnel syndrome, yaitu tekanan pada saraf di pergelangan tangan.

Gejalanya berupa kesemutan, nyeri tumpul, dan melemahnya genggaman. Kondisi ini umum dialami oleh orang yang sering melakukan pekerjaan berulang seperti mengetik atau menjahit.

Baca Juga :  Polres Bogor Sita Narkoba Senilai Rp3 Miliar, OKT Jadi Ancaman Terbesar

Rheumatoid Arthritis

Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dapat menyerang sendi kecil di jempol, menimbulkan nyeri kronis, kekakuan pagi hari, dan pembengkakan. Jika tidak ditangani, sendi bisa berubah bentuk dan membatasi kemampuan motorik halus penderita.

Cara Mengatasi Jempol Tangan Sakit di Rumah

Untuk kasus ringan, penanganan sederhana di rumah bisa membantu meredakan nyeri, seperti:

  • Kompres dingin selama 10–15 menit untuk mengurangi bengkak.
  • Istirahatkan jempol dari aktivitas berat atau gerakan berulang.
  • Gunakan perban elastis untuk menjaga stabilitas sendi.
  • Konsumsi obat pereda nyeri ringan, seperti paracetamol, sesuai anjuran.
  • Setelah nyeri mereda, lakukan peregangan ringan dan latihan tangan perlahan.

Jika keluhan tak kunjung membaik dalam beberapa hari atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Dalam beberapa kasus, fisioterapi atau pemeriksaan lanjutan seperti rontgen dan tes darah mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Menjaga kesehatan jempol berarti menjaga kemampuan tangan untuk beraktivitas secara optimal. Biasakan peregangan, hindari gerakan berulang terlalu lama, dan rawat luka sekecil apa pun karena dari jempol kecil itulah keseharian besar kita bisa berjalan lancar.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel