Dinkes Kabupaten Bogor Perketat Pengawasan MBG Usai Kasus Keracunan Makanan

Dinkes
ilustrasi para pekerja sedangg menyiapkan makanan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) (foto: Ist)

TIMETODAY.ID, BOGOR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor semakin memperketat pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul dua kasus keracunan makanan yang terjadi pada September dan Oktober 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius untuk memastikan keamanan dan higienitas makanan yang disajikan kepada peserta program MBG.

Kasus pertama menimpa tujuh siswa SMPN 1 Jonggol pada 23 September 2025. Mereka mengalami mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Advertisement

Berdasarkan hasil pemeriksaan UPT Laboratorium Kesehatan Kelas A Kabupaten Bogor pada 2 Oktober 2025, ditemukan bahwa sampel telur ceplok positif mengandung Salmonella sp. Selain itu, bakteri E. coli dan coliform juga terdeteksi pada beberapa menu yang diperiksa.

Peristiwa serupa terjadi di wilayah Megamendung, tepatnya di SDN Pasir Angin 2 dan SDN Gadog 1, dengan lima siswa mengalami gejala mual, muntah, pusing, lemas, dan nyeri ulu hati.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Dukung Musda VI DMI Kabupaten Bogor untuk Merumuskan Arah Program dan Kepengurusan 2025–2030

Empat di antaranya harus mendapatkan perawatan di RSUD Ciawi, sementara satu siswa diperbolehkan pulang setelah kondisinya stabil. Hasil laboratorium pada 8 Oktober 2025 menunjukkan adanya kontaminasi bakteri E. coli dan Salmonella pada menu-menu seperti tahu teriyaki, mix salad, dan makaroni.

“Kami telah menginformasikan kepada seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Bogor untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian keracunan makanan MBG, koordinasi dengan lintas sektor juga perlu ditingkatkan karena apabila ada laporan dari sekolah dengan tanda-tanda keracunan di wilayah kerja puskemas maka penanganan dapat segera dilakukan,” ujar Fusia Meidiawaty, Jumat (17/10/2025).

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah menjalankan berbagai upaya guna memastikan keamanan pangan dalam program MBG.

Baca Juga :  Tiga Rumah di Cakung Timur Ludes Terbakar, Diduga Kompor Lupa Dimatikan

“Pengawasan ketat di seluruh tahapan proses penyiapan makanan guna meminimalisir potensi kontaminasi, pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi para relawan MBG, melalui pembinaan rutin tentang penerapan higiene dan sanitasi pangan,” tutur Fusia.

Tak hanya itu, penerapan sistem pelaporan cepat di sekolah dan lingkungan masyarakat juga diterapkan agar keluhan terkait konsumsi makanan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

“Penerapan Sistem Pelaporan Cepat di sekolah dan lingkungan masyarakat agar keluhan terkait konsumsi makanan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti,” sambungnya.

Selain itu, tim teknis Dinkes rutin melakukan inspeksi kesehatan lingkungan dapur MBG untuk memastikan seluruh fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar keamanan. Langkah-langkah ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan ribuan siswa yang menjadi penerima manfaat program MBG.***

Editor : Syafira

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel