RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Edukasi Masyarakat Kenali Gejala Katarak

RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang
Dokter spesialis mata RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang sedang memberikan edukasi mengenai penyebab katarak kepada pengunjung rumah sakit. Foto : Dok. RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar edukasi kesehatan mata bertema “Kenali Katarak Lindungi Penglihatanmu” dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia, Rabu (15/10/2025).

Dokter Spesialis Mata RSUD R. Moh. Noh Nur, Elisabeth Handayani, menjelaskan katarak merupakan gangguan penglihatan yang terjadi saat lensa mata menjadi keruh. Kondisi ini menyebabkan pandangan kabur dan berawan, seakan-akan ada kabut atau asap yang menghalangi penglihatan.

“Katarak umumnya terjadi akibat proses penuaan, di mana protein di lensa mata menggumpal dan membuat lensa menjadi buram secara bertahap,” ujar Elisabeth dalam kegiatan edukasi tersebut.

Advertisement

Tanpa penanganan yang tepat, katarak dapat terus mengganggu penglihatan dan bahkan menyebabkan kebutaan. Elisabeth mengatakan, katarak sering berkembang perlahan sehingga tidak terasa pada awalnya.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Ribuan Pil Disita

Dokter Spesialis Mata lainnya, Diniar Syabillania, menyebutkan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda katarak semakin parah. Gejala tersebut antara lain pandangan buram seperti ada lapisan tipis yang menutupi mata, lampu atau sinar matahari terasa terlalu terang dan menyilaukan, serta munculnya lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu.

Gejala lain yang dapat muncul adalah penurunan penglihatan pada malam hari atau di tempat minim cahaya, warna-warna terlihat lebih kusam atau kekuningan, hingga munculnya bayangan ganda saat melihat dengan satu mata.

Baca Juga :  Heboh Ambulans Andalan PWI Kota Bogor Ditolak RS Vania, Dinkes Buka Suara

“Pada tahap awal katarak, bisa terjadi rabun dekat yang semakin memburuk atau resep kacamata yang sering berubah,” kata Diniar.

Meskipun katarak sering dikaitkan dengan usia lanjut, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak lensa mata jika tidak dilindungi secara memadai.

Penyakit seperti diabetes yang tidak terkontrol dan hipertensi juga dapat meningkatkan risiko katarak. Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang disebut dapat menyebabkan katarak.

“Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol merupakan faktor risiko yang signifikan. Cedera mata akibat benturan pada mata juga dapat menyebabkan katarak,” ujar Diniar.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel