
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pada hari ulang tahun Presiden Rusia Vladimir Putin yang ke-73, Selasa (7/10/2025), sebuah pesan datang dari Pyongyang. Bukan sekadar ucapan selamat, surat itu memuat nada hangat dan kedekatan diplomatik yang jarang terdengar seintim ini.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengirimkan surat pribadi kepada Putin. Menurut laporan media resmi Korea Utara, Rodong Sinmun, surat itu diawali dengan sapaan yang penuh penghormatan.
“Kamerad terdekat saya, Vladimir Putin, saya menyampaikan ucapan selamat yang paling hangat dan tulus kepada Anda atas ulang tahun Anda yang penuh makna.”
Ucapan itu, sebagaimana dikutip The Korea Herald, tidak hanya menandai momen perayaan ulang tahun, tetapi juga menggambarkan hubungan politik yang kian erat antara dua negara yang sama-sama menentang dominasi Barat.
Dalam suratnya, Kim memuji kepemimpinan Putin yang ia sebut “bijaksana dan penuh pengabdian patriotik.” Ia menulis,
“Federasi Rusia menjadi kekuatan kelas dunia dengan stabilitas politik yang kuat dan kekuatan nasional yang kokoh, dengan bangga memimpin dalam menciptakan dunia multipolar.”
Nada surat itu menegaskan pandangan Kim tentang dunia yang tidak lagi hanya dipimpin oleh satu kekuatan besar, melainkan oleh banyak negara yang berdiri di atas kepentingan dan kedaulatannya sendiri.
Lebih jauh, Kim Jong Un menegaskan bahwa hubungan antara Pyongyang dan Moskow akan terus terjalin erat. Ia menyebut persahabatan kedua negara sebagai sesuatu yang,
“abadi dan tak tergoyahkan.”
Kim juga meyakini aliansi antara Korea Utara dan Rusia tengah memasuki masa kejayaan baru — sebuah hubungan yang menurutnya akan terus berkembang, didorong oleh “persahabatan yang hangat dan ikatan persaudaraan yang erat.”
Ia menambahkan, kemitraan itu akan berkontribusi bagi terbentuknya,“tatanan internasional yang adil dan multipolar.”
Sumber-sumber diplomatik mencatat, pesan pribadi Kim ini menunjukkan semakin kuatnya hubungan politik dan militer antara Pyongyang dan Moskow. Kim bahkan menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan rakyat Rusia.
Ia berjanji akan “sepenuhnya mendukung perjuangan rakyat Rusia untuk mempertahankan kedaulatan nasional, integritas wilayah, dan kepentingan keamanan mereka,” sambil menekankan bahwa Pyongyang menganggap dukungan tersebut sebagai “kewajiban persaudaraan.”
Hubungan kedua negara memang semakin intens sejak penandatanganan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif pada Juni tahun lalu. Kesepakatan itu memperluas kerja sama militer dan ekonomi yang disebut Kim sebagai “aliansi yang terikat darah.”
Sejak saat itu, laporan menyebut Korea Utara telah mengirim sekitar 14.000 tentara ke Rusia. Baik Kim maupun Putin baru-baru ini mengakui keterlibatan pasukan tersebut, memperkuat sinyal bahwa hubungan kedua negara tak lagi sebatas simbolik.
Keduanya terakhir bertemu pada 3 September di Beijing, saat menghadiri parade militer. Di sela acara tersebut, Kim dan Putin kembali menegaskan komitmen untuk memperdalam hubungan bilateral yang kini bukan hanya diplomatik, tetapi juga personal.
Surat ulang tahun itu mungkin tampak sederhana, tetapi bagi dunia internasional, setiap kata di dalamnya menjadi pesan geopolitik bahwa di tengah ketegangan global, dua “kamerad terdekat” ini sedang menulis babak baru dalam peta kekuatan dunia.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































