Pemprov Jabar Gelontorkan Rp5,5 Miliar Atasi Longsor Kebon Pedes

longsor
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau lokasi longsor di kawasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). Peninjauan tersebut dilakukan menyusul dimulainya pekerjaan konstruksi penanganan longsor setelah anggaran Rp5,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi direalisasikan. FOTO : TIMETODAY.COM/B. SUPRIYADI.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelontorkan anggaran sebesar Rp5,5 miliar untuk menangani longsor di kawasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Anggaran tersebut direalisasikan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani dan lokasi pekerjaan diserahterimakan kepada kontraktor pelaksana, Rabu (17/6/2026).

Longsor yang menerjang aliran Kali Cipakancilan atau Cisadane Empang tersebut terjadi sejak 15 Januari 2026. Lantaran lokasi itu berada di bawah kewenangan Pemprov Jabar, Pemerintah Kota Bogor sebelumnya telah mengajukan usulan agar penanganannya segera diprioritaskan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, proses pencairan anggaran yang berlangsung sekitar lima bulan sejak longsor terjadi itu tidak lepas dari besarnya nilai yang harus disiapkan oleh Pemprov Jabar.

Advertisement

“Segala sesuatu itu perlu proses, sabar, karena memang anggarannya harus dimunculkan. Anggarannya juga cukup besar, sekitar Rp5,5 miliar. Uangnya harus diatur,” kata Dedie di lokasi longsor, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :  Terseret Arus Saat Evakuasi, Kakek di Megamendung Ditemukan Tewas Tiga Kilometer dari Rumahnya

Dedie menyebut, kebiasaan warga membuang sampah di sepanjang aliran sungai turut memperparah kondisi longsor. Tumpukan sampah dinilai menghambat jalur air sehingga menambah beban pada dinding penahan hingga akhirnya jebol.

“Kebiasaan membuang sampah sembarangan ini harus segera dihilangkan supaya Jalan Kebon Pedes yang sudah dibangun jangan nanti longsor lagi gara-gara tumpukan sampah,” tegasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sub Kegiatan Perbaikan Badan Jalan Beton, Ade Subhan, menyatakan, pekerjaan resmi dimulai, Selasa (17/6/2026), bersamaan dengan tanggal penerbitan SPK.

Ade menjelaskan, panjang longsoran yang harus ditangani mencapai 60 hingga 63 meter dengan ketinggian titik longsor lebih dari 8 meter. Mengacu pada skala kerusakan tersebut, pengerjaan ditargetkan selesai pada 14 November 2026, atau dalam 150 hari kalender ke depan.

Guna mengejar target itu, pengerjaan akan berlangsung siang dan malam menggunakan kombinasi dinding penahan tanah (DPT), konstruksi beton, bronjong, serta batu granular, dengan tetap memperhatikan jalur aliran air di bawahnya.

Baca Juga :  Puluhan Rumah di Griya Salak Asri Rusak Diterjang Hujan Angin

Proses konstruksi yang berlangsung selama 150 hari ke depan itu turut berdampak pada arus lalu lintas di jalur Kebon Pedes. Ade meminta warga memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia dan bersabar selama proses pengerjaan berlangsung.

Selain itu, Ade juga memastikan, penutupan jalan tidak bersifat permanen dan hanya dilakukan saat kondisi pekerjaan membutuhkannya.

“Itu kondisional. Nanti ketika kita membutuhkan, memang ditutup arusnya. Kita koordinasi dengan Dishub juga dengan Polsek agar bisa dilakukan pengalihan arus. Tapi kondisional ya, tidak tiap hari ditutup,” ujarnya.

Koordinasi pengalihan arus tersebut akan melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian Sektor (Polsek) setempat untuk meminimalkan gangguan terhadap mobilitas warga selama proses konstruksi berlangsung.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel