Heboh Ulat di Menu Program MBG di Parung, Ini Respons SPPG

MBG
Tangkapan layar unggahan video di media sosial yang menunjukkan temuan diduga belatung pada menu makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). Foto : Instagram/@infociseeng.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali menuai sorotan. Seorang siswa SMPN 2 Parung (NEVADA) mengaku menemukan belatung di dalam nasi yang diterimanya Senin (6/10/2025).

Video temuan tersebut beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @infociseeng.id.

Menanggapi hal itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Parung segera memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram @sppgiwul_parung.

Advertisement

Dalam pernyataannya, pihak SPPG membenarkan adanya temuan hewan kecil pada salah satu kotak makan yang disajikan dari dapur mereka. Namun, hewan tersebut bukan belatung, melainkan ulat alami dari buah pisang matang.

Baca Juga :  Speedboat Basarnas Meledak di Tidore, 1 Jurnalis Hilang

“Memang benar adanya bahwa terdapat temuan hewan kecil pada salah satu ompreng yang disajikan oleh dapur kami. Setelah kami lakukan pemeriksaan, hewan tersebut bukan belatung, melainkan ulat alami yang berasal dari dalam buah pisang matang,” ujar pihak SPPG Kecamatan Parung dikutip dari metrobogor.com, Senin (6/10/2025).

SPPG menjelaskan, kemunculan ulat tersebut terjadi secara alami akibat proses pematangan pisang di dalam kulit, bukan karena makanan busuk atau tidak layak konsumsi.

“Kami telah melakukan pengecekan langsung dan memastikan bahwa seluruh bahan makanan yang digunakan telah melalui proses pemilihan, pencucian, serta pengolahan sesuai dengan standar kebersihan dan keamanan pangan yang berlaku,” lanjut pernyataan itu.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Terima Kunjungan Gubernur Maluku Utara, Obrolan Hangat di Lembur Pakuan

Meski demikian, pihak SPPG menyatakan akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan ketelitian, khususnya dalam pemeriksaan bahan makanan seperti buah-buahan.

“Kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depannya proses pengecekan bahan, khususnya buah-buahan, dapat dilakukan dengan lebih teliti dan menyeluruh,” ujar SPPG.

Pihak SPPG berharap klarifikasi tersebut dapat menenangkan masyarakat sekaligus menjadi pembelajaran agar pelaksanaan program MBG di wilayah Parung semakin baik dan terjaga kualitasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel