TIMETODAY.ID, JAKARTA — Daun binahong sudah lama dikenal masyarakat sebagai salah satu tanaman obat yang dipercaya mampu mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu menurunkan tekanan darah. Tak heran, tanaman ini sering diolah menjadi ramuan tradisional, mulai dari rebusan, teh, sampai kapsul suplemen.
Namun, di balik segudang manfaatnya, daun binahong ternyata menyimpan sisi lain yang jarang disadari: ada kelompok tertentu yang justru disarankan untuk berhati-hati, bahkan menghindarinya.
Mengapa Perlu Waspada?
Tidak semua tubuh bisa menerima kandungan daun binahong dengan baik. Konsumsi yang sembarangan justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Misalnya, minum rebusan daun binahong saat perut kosong bisa memicu iritasi lambung, menimbulkan rasa mual, atau nyeri ulu hati.
Bukan hanya itu, dosis yang berlebihan juga bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti diare, bahkan memperberat kerja hati dan ginjal.
Pantangan yang Harus Diperhatikan
Beberapa hal berikut perlu dicatat sebelum menjadikan daun binahong sebagai bagian dari pengobatan herbal:
- Jangan diminum bersamaan dengan kopi atau teh. Kafein dapat mengurangi penyerapan zat aktif daun binahong, sekaligus meningkatkan risiko efek samping seperti jantung berdebar.
- Penderita penyakit ginjal dan hati sebaiknya menghindari. Kandungan daun binahong bisa memperburuk kondisi kedua organ vital tersebut.
- Ibu hamil dan menyusui. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang cukup soal keamanannya, sehingga sebaiknya dihindari kecuali atas rekomendasi dokter.
- Pengguna obat pengencer darah. Karena daun binahong punya efek serupa, konsumsi bersamaan bisa meningkatkan risiko perdarahan.
- Anak-anak dan lansia. Belum ada panduan dosis aman untuk kedua kelompok ini.
- Penderita alergi tanaman herbal. Risiko ruam, bengkak, atau sesak napas tetap bisa terjadi.
Potensi Efek Samping
Meski jarang, efek samping tetap bisa muncul, terutama bila dikonsumsi tanpa takaran jelas atau dalam jangka panjang. Gejala yang mungkin timbul antara lain mual, perut kembung, diare, hingga interaksi dengan obat medis seperti obat diabetes, hipertensi, atau liver.
Bijak dalam Mengonsumsi Herbal
Hingga kini, belum ada pedoman resmi mengenai dosis aman daun binahong. Karena itu, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah terbaik sebelum memutuskan untuk rutin mengonsumsinya. Jika setelah mengonsumsi muncul gejala seperti perdarahan, sesak napas, atau reaksi alergi, segera hentikan dan cari pertolongan medis.
Daun binahong memang bisa menjadi sahabat dalam menjaga kesehatan, tetapi hanya jika digunakan dengan bijak dan penuh kehati-hatian.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































