TIMETODAY.ID, FLORES TIMUR — Langit Lembata kembali diselimuti abu vulkanik. Sejumlah penerbangan di Bandara Wunopito, Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (22/9/2025) terpaksa terganggu akibat letusan Gunung Ile Lewotolok yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin pagi.
“Untuk Wunopito penerbangan terganggu oleh aktivitas Ile Lewotolok,” ujar Kepala Bandara Wunopito, Sudarmana, kepada detikBali.
Berbeda dengan Wunopito, dua bandara lain yang juga berada dalam radius tidak terlalu jauh dari gunung berapi itu masih beroperasi normal. Bandara Gewayantana di Larantuka dan Bandara Frans Seda di Maumere sejauh ini aman dari paparan abu vulkanik.
Kepala Bandara Gewayantana, Puguh Lukito, menjelaskan hasil pemeriksaan terbaru terhadap abu vulkanik di kawasan landasan menunjukkan kondisi aman.
“Hasil paper test VA di landasan pacu Negatif VA. Status pelayanan bandara Normal Operation,” jelas Puguh.
Meski begitu, ia menyebut sejumlah maskapai tetap melakukan asesmen internal terkait keamanan penerbangan, mengingat potensi perubahan arah angin dan penyebaran abu vulkanik masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Sementara itu, aktivitas penerbangan di Bandara Frans Seda, Kabupaten Sikka, juga kembali normal. Bandara ini sempat ditutup dua hari sebelumnya karena terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Sampai pagi hari ini Bandara Frans Seda masih normal operasi,” ungkap Puguh.
Sejak akhir pekan, dua gunung berapi di NTT, yakni Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ile Lewotolok, terus menunjukkan aktivitas tinggi.
Lewotobi Laki-laki memuntahkan kolom abu setinggi 2.000 meter di atas puncak kawah, sementara Ile Lewotolok melontarkan abu setinggi lebih dari 200 meter hampir setiap hari. Kondisi ini membuat masyarakat dan otoritas penerbangan harus terus meningkatkan kewaspadaan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































