DPRD Minta Pemkab Bogor Data Bangunan Rawan Ambruk Pasca Tragedi Ciomas

ambruk
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno usai meninjau lokasi ambruknya bangunan majelis taklim di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto : Amelia Azizah/timetoday.id.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Tragedi ambruknya bangunan majelis taklim di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Minggu (7/9/2025) pagi, memunculkan keprihatinan mendalam sekaligus peringatan serius soal kondisi fisik bangunan di wilayah tersebut.

Peristiwa ini mendorong Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan bangunan yang berpotensi rawan ambruk.

“Iya, sepertinya gitu agar data bangunan yang seperti ini menjadi perhatian, supaya mereka bisa mengambil kebijakan,” ujar Wasto kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).

Advertisement

Menurutnya, pendataan merupakan langkah krusial agar setiap bangunan, terutama yang digunakan untuk aktivitas sosial dan keagamaan, tercatat secara jelas dalam dokumen pemerintah.

Tanpa data yang akurat, kata Wasto, sangat sulit bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan pencegahan maupun penanganan.

“Kalau tidak ada di dalam data maka tidak akan ada di dalam kebijakan. Yang ada datanya pun kadang-kadang belum tersentuh kebijakan. Jadi data akurat ini penting untuk kita semua, termasuk bangunan-bangunan majelis taklim,” jelasnya.

Baca Juga :  Masa Depan Lewandowski di Barcelona Dispekulasikan, Milan Dinilai Bukan Pilihan Ideal

Wasto mencatata bahwa pemerintah daerah harus menyusun kebijakan berbasis data yang terverifikasi, terutama untuk bangunan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Ia menilai, antusiasme warga dalam membangun tempat ibadah dan ruang keagamaan kerap tidak diimbangi dengan standar teknis maupun dukungan regulasi yang memadai.

“Itu kita rumuskan bersama nanti kebijakannya seperti apa. Karena sebenarnya masyarakat itu bersemangat untuk membangun lokasi-lokasi di mana itu tempat aktualisasi agama, kesalehan sosial,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan yang dihasilkan sebaiknya tidak hanya mengatur soal izin bangunan, tetapi juga memberi solusi konkret, seperti bantuan teknis atau dukungan pembangunan di lokasi yang lebih representatif.

“Jadi, justru di situ pentingnya nanti kita harus melakukan apakah berupa bantuan atau perizinan supaya tidak sulit, atau mungkin di tempat yang representatif jangan dibangun itu,” katanya.

Baca Juga :  Wasto Sumarno Akui Tak Tahu Soal Workshop Dinsos Rp900 Juta di Bali

Politisi PKS itu menilai, tragedi robohnya majelis taklim di Ciomas harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan serupa di Kabupaten Bogor. Ia khawatir kasus serupa bisa terjadi di wilayah lain jika tidak dilakukan upaya deteksi dini.

“Kita perlu mendeteksi atau mendapatkan data, jangan-jangan bangunan yang seperti ini itu banyak. Itu untuk antisipasi. Jadi kejadian musibah saat ini harus jadi pelajaran penting ke depan,” tegasnya.

Dengan demikiam, Wasto mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membantu masyarakat membangun majelis taklim yang lebih layak dan aman.

“Kalau ada masalah, majelis taklim yang membutuhkan bantuan bisa dari pemerintah pusat maupun pemda. Mudah-mudahan ini jadi momentum untuk menjadi perhatian, tidak hanya di Ciomas, tapi di seluruh Kabupaten Bogor,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel