Pengerukan Sungai Cibeteung, Ikhtiar Panjang Warga Cimulang Atasi Ancaman Banjir

Sungai Cibeteung
Alat berat melakukan pengerukan Sungai Cibeteung di Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Kamis (4/9/2025). Pengerukan dilakukan pasca banjir yang merendam ratusan rumah warga. Foto : CEKLISSATU.COM

TIMETODAY.ID, BOGOR Sungai Cibeteung di Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, kini menjadi pusat perhatian setelah banjir besar menerjang wilayah tersebut beberapa pekan lalu. Banjir yang terjadi pada pertengahan Agustus 2025 itu menggenangi permukiman warga, merusak rumah, hingga membuat ratusan keluarga terpaksa bertahan dalam kondisi darurat.

Data pemerintah desa mencatat, sedikitnya 39 rumah terdampak, dengan 12 unit mengalami kerusakan parah. Sebanyak 929 jiwa dari 306 kepala keluarga harus menanggung akibat dari luapan sungai yang melintasi permukiman padat tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama warga bergotong royong melakukan pengerukan Sungai Cibeteung. Pekerjaan ini dimulai sejak 13 Agustus 2025, hanya beberapa hari setelah banjir melanda. Hingga Kamis (4/9/2025), pengerjaan masih terus berlangsung.

Advertisement
Baca Juga :  Komisi I DPRD Banten Lakukan Studi Komparasi Optimalisasi Sosialisasi Perda di Kabupaten Bogor

“Pengerukan dimulai dari hulu, sepanjang 800 meter, tinggal 30 persen lagi untuk diselesaikan,” ujar Kepala Desa Cimulang, Cecep Hidayat, dikutip dari ceklissatu.com, Jumat (5/9/2025).

Menurut Cecep, pengerukan mencakup jalur sepanjang 1,6 kilometer. Saat ini, fokus pengerjaan bergeser ke hilir sungai.

“Dengan begitu aliran air bisa kembali lancar dan tidak menumpuk di kawasan permukiman,” tambahnya.

Warga Cimulang masih menyimpan trauma akibat banjir yang datang tiba-tiba. Setiap kali hujan deras turun, kekhawatiran air kembali meluap selalu menghantui.

“Air masuk cepat sekali, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Semoga setelah sungai dikeruk tidak terulang lagi,” tutur seorang warga setempat, yang rumahnya termasuk terdampak parah.

Baca Juga :  Gagal Nanjak, Truk Boks di Bogor Hantam Motor

Meski pengerukan sungai menjadi solusi darurat, persoalan banjir di Cimulang diyakini tak cukup hanya diatasi dengan normalisasi aliran air. Tata ruang wilayah, kepadatan penduduk di bantaran sungai, serta faktor curah hujan tinggi juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

Cecep mengakui, pihaknya bersama warga mencoba mengambil langkah terbaik dengan sumber daya terbatas.

“Yang terpenting aliran air lancar, warga tidak lagi khawatir banjir setiap kali hujan turun deras, dan Desa Cimulang bebas dari banjir,” pungkasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel