TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mendorong sebuah langkah unik dalam upaya membangun kesadaran sosial masyarakat. Sejak awal September 2025, lagu nasional “Ibu Pertiwi” diputar di sepanjang Jalan Tegar Beriman, Cibinong, hingga ke kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, bahkan stasiun. Kebijakan ini bagian dari ajakan agar masyarakat kembali menumbuhkan rasa empati terhadap kondisi bangsa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat R. Jatnika, menjelaskan, gagasan tersebut lahir dari dorongan langsung Bupati Bogor. Menurutnya, pemimpin daerah ingin menghadirkan sentuhan seni yang mampu menyentuh hati warga.
“Pak bupati ingin kita bekerja dengan hati. Seni tanpa makna akan kehilangan jiwa. Lagu Ibu Pertiwi ini menyiratkan kesedihan sekaligus panggilan empati bagi kita semua,” ujar Ajat kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).
Lagu ciptaan komponis legendaris Ismail Marzuki itu sarat makna. Ajat menilai lirik Ibu Pertiwi yang menggambarkan kesedihan tanah air sejalan dengan kondisi Indonesia belakangan ini.
“Kalau kita lihat, hari ini di berbagai daerah muncul gejolak. Papua, Bone, bahkan Bali yang jarang sekali melakukan aksi, sekarang ikut bersuara. Itu menandakan ada keresahan yang harus kita pahami bersama,” kata Ajat.
Lagu tersebut, lanjutnya, diputar serentak setiap pukul 17.00 WIB. Pemilihan waktu sore hari dinilai tepat sebagai momen refleksi sebelum masyarakat menutup aktivitas harian.
Kebijakan Pemkab Bogor tak berhenti pada pemutaran lagu di area publik pemerintah. Edaran resmi telah disebarkan agar lagu Ibu Pertiwi menggema juga di pusat perbelanjaan, toko modern, dan stasiun.
“Harapannya bisa meluas ke mal, ke toko-toko modern. Sekarang di stasiun sudah diputar. Ternyata tidak sulit, cukup dengan ajakan tanpa surat-menyurat formal. Semua ini demi mengingatkan kita bahwa Indonesia sedang ‘bersusah hati’,” jelas Ajat.
Bagi Ajat, pemutaran lagu ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan ajakan untuk membuka ruang refleksi. Pemerintah berharap pesan yang terkandung di dalamnya mampu menggugah warga agar lebih peduli terhadap masalah bangsa, mulai dari ketidakadilan sosial hingga potensi perpecahan.
“Mudah-mudahan dengan pendekatan seni, masyarakat jadi lebih terbuka. Kita sadar bahwa ada persoalan yang harus dihadapi bersama, lalu bergerak memperbaiki diri, menjaga persatuan, dan menumbuhkan empati,” tambah Ajat.
Ajat menegaskan, tidak ada batas waktu dalam program ini. Selama bangsa masih menghadapi tantangan berat, lagu Ibu Pertiwi akan terus diputar.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































