TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kasus meninggalnya seorang balita di Sukabumi, Jawa Barat, akibat infeksi cacing belum lama ini menyisakan duka sekaligus kegelisahan. Balita bernama Raya itu mengembuskan napas terakhir setelah dokter menemukan infeksi parah di tubuhnya.
Betapa mengejutkan, dari tubuh mungil Raya teridentifikasi cacing hingga seberat satu kilogram.
Tragedi ini seketika memicu gelombang kekhawatiran. Di media sosial, sejumlah warganet Gen Z mengaku langsung berburu obat cacing.
Beberapa bahkan curhat pengalaman pribadi: ada yang merasa tidak nyaman di perut, hingga mengaku pernah mengeluarkan cacing lewat mulut atau hidung usai minum obat.
Fenomena ini membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) angkat bicara. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan masyarakat tidak boleh asal mengonsumsi obat cacing, apalagi membeli tanpa panduan medis.
Obat Cacing, Tidak Semua Bisa Dikonsumsi Bebas
“Tidak semua obat cacing dijual bebas. Ada yang memerlukan resep dokter,” ujar Taruna mengutip dari detik.com, Jumat (29/8/2025).
Beberapa jenis obat cacing yang kerap dikonsumsi masyarakat antara lain:
- Albendazole
Obat ini termasuk kategori obat keras. Artinya, penggunaannya harus melalui resep dokter. Albendazole biasanya diresepkan untuk infeksi tertentu, hanya bisa dikonsumsi anak usia di atas 2 tahun dan orang dewasa. Ibu hamil serta menyusui sebaiknya menjauh karena berisiko terhadap janin maupun bayi. - Mebendazole
Banyak orang mengira mebendazole aman karena bisa dibeli langsung di apotek. Namun, aturan pakai tetap wajib diperhatikan. Ibu menyusui dianjurkan menghentikan ASI sementara waktu. Balita dan ibu hamil pun hanya boleh meminum di bawah pengawasan dokter. Ada pula catatan bagi penderita diabetes, sebab obat ini bisa memengaruhi kadar insulin. Efek sampingnya mencakup nyeri perut, diare, gatal, hingga ruam kulit. - Pyrantel Pamoate
Termasuk kategori obat bebas terbatas. Meski mudah ditemukan, ada larangan untuk anak di bawah usia 2 tahun serta ibu hamil. Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati juga perlu berhati-hati. Efek sampingnya bisa berupa mual, muntah, pusing, mengantuk, hingga bercak merah di kulit.
BPOM: Jangan Asal Beli di Online Shop
BPOM mengingatkan masyarakat agar lebih bijak. Obat cacing sebaiknya hanya dibeli di apotek resmi atau fasilitas kesehatan terpercaya.
“Jangan asal beli di toko online atau warung tanpa memastikan keaslian produk,” tegas Taruna.
Fenomena Gen Z yang buru-buru mengonsumsi obat cacing setelah mendengar tragedi Raya menunjukkan betapa kuatnya pengaruh cerita di dunia maya terhadap gaya hidup kesehatan.
Namun, alih-alih panik, masyarakat sebaiknya menempuh langkah tepat: berkonsultasi dengan tenaga medis, menjaga kebersihan makanan, dan memeriksakan diri bila ada gejala mencurigakan.
Tragedi Sukabumi mungkin telah membuka mata banyak orang bahwa infeksi cacing bukan masalah sepele. Tapi, cara mencegahnya tetap membutuhkan kesadaran, bukan sekadar kepanikan massal.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































