Mata Merah dan Perih? Waspadai Infeksi Cacing Mata

Infeksi cacing mata
ilustrasi mata merah. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Infeksi cacing mata adalah kondisi langka namun berpotensi serius, yang terjadi ketika cacing parasit masuk dan hidup di jaringan mata manusia. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan ringan hingga gangguan penglihatan yang parah jika tidak segera ditangani.

Melansir Alodokter, infeksi biasanya dimulai ketika telur atau larva cacing masuk ke dalam tubuh dan kemudian bermigrasi menuju mata. Di Indonesia, penyakit ini lebih jarang dibandingkan infeksi cacing saluran pencernaan, tetapi tetap menjadi masalah kesehatan di wilayah tropis, pedesaan, atau lingkungan dengan sanitasi buruk.

Penyebab dan Penularan

Advertisement

Beberapa jenis cacing diketahui dapat menyebabkan infeksi mata, termasuk Loa loa, Toxocara, dan Onchocerca volvulus.

Penularan infeksi cacing mata bisa terjadi melalui beberapa cara:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur atau larva cacing, seperti sayuran yang tidak dicuci bersih atau air yang tidak higienis.
  • Kontak langsung dengan tanah, kotoran hewan, atau hewan peliharaan yang mengandung telur atau larva cacing.
  • Menyentuh atau mengucek mata dengan tangan kotor.
  • Gigitan serangga, misalnya lalat hitam atau nyamuk, yang membawa larva cacing.
Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital: Tips Ampuh untuk Menghindari Mata Lelah

Anak-anak yang sering bermain di luar tanpa alas kaki dan pekerja pertanian atau peternakan memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi.

Gejala Infeksi

Gejala infeksi cacing mata bervariasi tergantung jenis cacing dan tingkat keparahan, antara lain:

  • Mata merah, perih, atau gatal
  • Penglihatan kabur atau berbayang
  • Kelopak mata bengkak
  • Sensasi benda asing di mata
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)
  • Mata berair atau keluar cairan bening/nanah
  • Pada infeksi berat, muncul bintik putih atau cacing yang terlihat bergerak di permukaan mata

Jika tidak diobati, infeksi bisa menyebabkan peradangan kronis, kerusakan saraf mata, hingga kehilangan penglihatan permanen.

Penanganan

Penanganan harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi. Dokter akan melakukan diagnosis melalui pemeriksaan:

  • Lampu slit (slit lamp exam) untuk melihat jaringan mata secara detail
  • Tes darah untuk mendeteksi tanda infeksi atau respons imun terhadap cacing
  • Pemeriksaan laboratorium pada cairan atau jaringan mata jika diperlukan

Setelah diagnosis ditegakkan, pengobatan bisa meliputi:

  1. Obat antiparasit – Misalnya ivermectin atau albendazole, untuk membunuh cacing atau menghambat perkembangannya.
  2. Obat tetes mata – Kortikosteroid untuk meredakan peradangan dan antibiotik bila ada infeksi bakteri sekunder.
  3. Pengeluaran cacing secara manual – Jika cacing terlihat di permukaan mata, dokter dapat mengeluarkannya dengan alat steril setelah bius lokal.
Baca Juga :  Sering Main Ponsel Sebelum Tidur? Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai

Pasien biasanya diminta kontrol rutin untuk memastikan seluruh cacing telah hilang dan memantau penyembuhan. Pada kasus berat, rawat inap dapat disarankan untuk mencegah kerusakan permanen atau penyebaran infeksi.

Pencegahan

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan, khususnya bagi anak-anak dan pekerja lapangan:

  • Mencuci tangan sebelum menyentuh wajah atau mata
  • Menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di area berisiko tinggi
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih atau matang
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan obat cacing pada hewan peliharaan secara rutin
  • Menghindari mengucek atau menggosok mata dengan tangan kotor

Infeksi cacing mata memang jarang terjadi, tetapi jika gejala seperti mata merah menetap, kelopak bengkak, cairan abnormal, atau terlihat benda asing, segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan tepat.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel