Militer Iran Siap Balas, Targetkan Situs Nuklir Israel Jika Tekanan Terus Berlanjut

Iran
Rudal-rudal Iran menggempur wilayah Israel dan menyebabkan ledakan di berbagai titik Foto: dok. REUTERS/Florion Goga

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap Israel. Teheran menyatakan siap menargetkan fasilitas nuklir Israel jika serangan yang dilakukan Tel Aviv bersama Amerika Serikat terus berlanjut.

Laporan kantor berita Iran, Iranian Students News Agency (ISNA), yang mengutip seorang pejabat militer Iran yang tidak disebutkan namanya, menyebut bahwa Iran akan membidik situs nuklir Israel di Dimona jika Israel dan Washington berupaya menggulingkan pemerintahan yang berkuasa di Teheran. Informasi itu juga dikutip oleh Reuters dan The New Arab pada Jumat (6/3/2026).

Situs nuklir di kota Dimona selama ini diyakini menjadi pusat pengembangan program senjata nuklir Israel. Meski demikian, Israel tidak pernah secara resmi mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan senjata nuklir.

Advertisement

Menurut laporan The Times of Israel, fasilitas yang dikenal sebagai Shimon Peres Negev Nuclear Research Center di dekat Dimona dianggap sebagai bagian penting dari program nuklir Israel yang telah lama menjadi sorotan dunia internasional.

Baca Juga :  Link Jadwal Pendaftaran PPDB 2024 untuk Jenjang SD dan SMP Kota Bogor

Fasilitas tersebut berada di kawasan Gurun Negev di wilayah selatan Israel dan termasuk salah satu lokasi dengan tingkat pengamanan paling ketat di negara itu. Berbagai sistem pertahanan udara Israel disebut ditempatkan untuk melindungi kawasan tersebut.

Ancaman dari Iran muncul di tengah meningkatnya gelombang serangan skala besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran sejak Sabtu (28/2). Washington dan Tel Aviv menyatakan operasi militer itu bertujuan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir serta menghancurkan program rudal balistik jarak jauh Iran.

Di sisi lain, Israel juga disebut secara terbuka mendorong masyarakat Iran untuk menggulingkan pemerintahan yang berkuasa di negara tersebut. Pemerintah Amerika Serikat bahkan memberi sinyal akan menyambut perubahan rezim di Teheran.

Baca Juga :  Ada Demo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor, Polisi Imbau Hindari Jalan Djuanda

Situasi semakin memanas setelah insiden yang terjadi pada Rabu (4/3), ketika sebuah kapal perang Iran tenggelam di lepas pantai Sri Lanka. Kapal tersebut dilaporkan terkena serangan torpedo yang ditembakkan dari kapal selam milik Amerika Serikat.

Sebanyak 32 awak kapal berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka, sementara sedikitnya 87 awak lainnya dilaporkan tewas. Saat kejadian, kapal perang Iran itu diketahui baru selesai mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur.

Militer Iran mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “serangan pengecut”. Teheran juga menegaskan akan memberikan balasan atas serangan yang menewaskan puluhan personelnya itu.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel