TIMETODAY.ID, JAKARTA — Shrekking merupakan tren kencan baru yang viral di media sosial pada tahun 2025 dengan makna yang unik dan cukup mengejutkan. Nama “Shrekking” terinspirasi dari karakter Shrek, tokoh film animasi yang dikenal dengan penampilan kurang menarik tapi memiliki sisi personal yang dalam.
Dalam dunia kencan, Shrekking merujuk pada fenomena di mana seseorang sengaja atau tidak sengaja berkencan dengan pasangan yang secara fisik dianggap kurang menarik, namun berharap mendapatkan perhatian dan perlakuan baik dari pasangan tersebut.
Fenomena ini muncul karena adanya frustasi dengan standar kecantikan dan kencan modern yang rumit, khususnya di era aplikasi kencan.
Banyak orang merasa tekanan untuk selalu tampil menarik secara fisik dan mengalami kekecewaan saat berhubungan dengan orang yang tampak lebih menarik tapi kurang tulus.
Shrekking menjadi cara baru untuk mendekati konsep kencan yang lebih real dan penuh ketidaksempurnaan.
Uniknya, meskipun secara fisik mungkin tidak memenuhi standar umum, target Shrekking sering kali diharapkan punya kepribadian yang baik dan bisa memperlakukan pasangannya dengan tulus.
Namun, kenyataan terkadang membuat mereka yang melakukan Shrekking merasa kecewa karena perlakuan yang tidak sesuai harapan.
Tren ini juga menunjukkan betapa rumit dan dinamisnya dunia kencan saat ini, di mana tidak hanya penampilan yang menjadi faktor utama, tapi juga kesiapan emosional dan koneksi yang lebih dalam.
Shrekking juga menjadi sorotan sebagai tanda munculnya istilah-istilah baru dalam kosakata kencan masa kini yang merefleksikan pengalaman generasi muda.
Tren ini menggambarkan bagaimana kencan telah berkembang dari sekedar pencarian pasangan fisik menjadi usaha menemukan hubungan yang lebih sehat, tulus, dan realistis.
Shrekking adalah cerminan dari perubahan paradigma kencan di era digital, di mana orang mulai mengutamakan kejujuran dan keterbukaan dibandingkan hanya fokus pada penampilan semata.
Meski viral dengan nuansa humor dan sarkasme, tren ini membuka diskusi luas soal bagaimana menghadapi realitas cinta dan hubungan dalam kehidupan modern.







































