
TIMETODAY.ID, BOGOR – Warga Desa Cijujung Tengah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengeluhkan keberadaan tumpukan limbah rongsokan di lahan seluas sekitar 500 meter.
Limbah yang terdiri dari plastik, busa bekas, dan perabotan kayu rusak dari sebuah perusahaan dianggap membahayakan lingkungan dan berpotensi menimbulkan kebakaran.
Ridwan (52), salah seorang warga sekitar, menuturkan bahwa tumpukan limbah itu sempat terbakar pada bulan Ramadan lalu. Hingga saat ini, sisa-sisa kebakaran, termasuk mobil bekas yang ikut terbakar, masih terlihat di lokasi dan menimbulkan keresahan warga.
“Itukan seandainya ada anak-anak atau bapak-bapak nggak sengaja buang putung rokok itu bisa kebakaran lagi. Anak-anak main petasan dilempar ke situ juga bahaya,” kata Ridwan, Rabu (20/8/2025).
Ridwan menjelaskan, lahan tersebut merupakan tanah sewaan yang pengelolaan limbahnya oleh seseorang berinisial D. Warga sebelumnya sudah melaporkan kondisi ini ke pihak desa, namun belum ada tindak lanjut.
“Udah lapor juga ke Pak Lurah, tapi nggak ada tindakan apa-apa. Itu kalau sampahnya diangkut pasti bertruk-truk, mungkin kalau bayar sewa truk buang sampah bisa sampai 15 jutaan.
Ridwan mengatakan bahwa pengelola limbah hanya memberikan Rp2 juta kepada Ketua RT untuk membuang sampah, dan itu hanya dilakukan sekali sehingga sampah yang menumpuk diperkirakan masih akan terlihat dalam waktu yang lama.
Selain risiko kebakaran, limbah rongsokan juga menarik keberadaan binatang seperti tikus, sehingga menambah kekhawatiran warga. Ridwan menceritakan salah satu tetangga yang khawatir dengan suara petasan karena takut api kembali menyambar tumpukan sampah.
“Kata dia (tetangga) celurut juga banyak banget pada masuk ke rumahnya. Dia depan samping pagar pintu dilempar-lemparin kapur barus, dia ketakutan terus gara-gara kemaren kebakaran,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera menertibkan dan mengevakuasi limbah rongsokan tersebut demi menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































