TIMETODAY.ID — Seprai putih yang rapi, handuk terlipat dengan wangi lembut, hingga kamar mandi yang berkilau sering membuat tamu merasa tenang soal kebersihan kamar hotel. Namun di balik tampilan rapi itu, ada sisi lain yang jarang disadari—beberapa sudut kamar hotel ternyata jadi sarang kuman yang tersembunyi di depan mata.
Dengan tingkat hunian tinggi dan staf housekeeping yang bekerja dalam tekanan waktu, mustahil bagi petugas kebersihan untuk membersihkan setiap sudut kamar secara menyeluruh setiap hari.
Kepala housekeeping di Canne Bianche Lifestyle & Hotel, Enza Laterrenia, mengungkapkan bahwa satu kamar rata-rata dibersihkan oleh dua orang dalam waktu hanya 30 menit.
“Hal ini menyoroti tekanan waktu yang sering dihadapi tim housekeeping,” jelasnya megutip dari cnnindonesia.
Tak heran kalau para pelancong berpengalaman punya jurus sendiri untuk menghadapi realita ini. Maria Diego, penasihat A-List Travel + Leisure sekaligus seorang germaphobe—sebutan bagi orang yang sangat takut pada kuman—selalu sigap begitu memasuki kamar hotelnya.
“Setelah bekerja di hotel, hal pertama yang saya singkirkan ke sudut jauh kamar adalah bantal dekoratif dan setiap kain runner dekoratif yang melintang di kaki tempat tidur,” ujarnya.
“Ini tidak pernah dicuci,” sambung Diego.
Laterrenia membenarkan kebiasaan tersebut. Menurutnya, bantal dekoratif dan kain hias memang jarang disentuh laundry hotel. Bagi yang tak terlalu teliti, benda-benda ini jadi ‘penumpang gelap’ tempat menumpuk kuman.
Tak hanya dekorasi, benda lain yang sering luput dibersihkan adalah telepon kamar. Penasihat perjalanan sekaligus travel coach, Rani Cheema, bahkan mengaku enggan memegangnya.
“Jika ada telepon sungguhan dan saya perlu mengangkatnya, saya merasa jijik dengan receiver-nya,” kata Cheema.
“Bagian mulutnya, karena tidak ada yang membersihkannya,” tambahnya.
Karpet juga termasuk momok tersendiri bagi tim housekeeping. “Mereka (karpet) cenderung menjebak debu dan bakteri, menjadikannya salah satu item yang lebih menantang untuk disanitasi,” jelas Laterrenia. Untungnya, beberapa hotel bintang lima mulai beralih ke lantai kayu atau karpet area minimalis.
“Ada banyak hotel bintang lima yang tidak lagi memiliki karpet, jadi itu lantai kayu keras atau karpet area, dan hanya itu,” terang Cheema.
Namun, meski menginap di hotel mewah, Diego tetap tidak lengah. “Di hotel kelas atas, titik sentuh utama seperti sakelar, remote control, telepon, dibersihkan sebelum setiap check-in, tapi saya tetap berhati-hati tentang tempat-tempat ini,” tuturnya.
Baginya, beberapa benda tersembunyi justru patut dicurigai. “Saya juga waspada terhadap peralatan bar di dalam laci atau lemari, apa pun yang mungkin tersimpan untuk waktu yang lama atau dipegang oleh tamu tanpa sepengetahuan tim housekeeping,” ujar Diego.
Soal mandi pun Diego memilih super selektif. “Saya juga tidak akan mandi di hotel kecuali itu hotel bintang lima yang super mewah, dan hanya jika itu bukan bak mandi jet,” katanya. Laterrenia menambahkan, area-area seperti langit-langit, lampu gantung, kipas, rel tirai, hingga kepala shower sering luput dari jadwal bersih-bersih standar.
Jadi, kalau ingin lebih tenang saat menginap, tirulah trik para travel expert: singkirkan bantal dekorasi, bersihkan sendiri remote TV, sakelar, atau telepon, dan jangan ragu menyeka permukaan yang sering disentuh. Kalau perlu, hindari berendam di bak mandi jet hotel. Sebab di balik kamar yang terlihat kinclong, selalu ada detail kebersihan yang mungkin terlewatkan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































