Gaokao Tanpa Chatbot: China Matikan AI demi Keadilan Ujian Masuk Perguruan Tinggi

gaokao
Foto: Patrick Pleul/dpa/picture alliance via Getty Images
TIMETODAY.ID — Di seluruh penjuru Tiongkok, lebih dari 13 juta siswa baru saja menghadapi salah satu momen paling menentukan dalam hidup mereka: gaokao, ujian masuk perguruan tinggi yang terkenal ketat dan kompetitif. Namun tahun ini, ada aturan baru yang menambah tekanan: semua layanan chatbot AI dimatikan selama musim ujian berlangsung.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dengan berkembang pesatnya teknologi kecerdasan buatan, potensi penyalahgunaan AI untuk menjawab soal ujian makin tinggi. Demi menjaga integritas dan keadilan, pemerintah Tiongkok memilih untuk menonaktifkan akses ke berbagai layanan AI selama pelaksanaan ujian, yang berlangsung dari 7 hingga 10 Juni 2025.
Chatbot Tutup Sementara: “Kami Tidak Bisa Menjawab”
Beberapa tangkapan layar yang beredar di media sosial memperlihatkan bagaimana para siswa mencoba “mengakali” sistem dengan mengunggah soal ke chatbot. Namun respons yang mereka dapatkan justru seragam: “Selama ujian masuk perguruan tinggi, layanan tanya jawab kami ditangguhkan.”
Layanan chatbot dari perusahaan teknologi besar seperti Doubao (ByteDance), DeepSeek, Yuanbao (Tencent), Qwen (Alibaba), hingga Kimi (Moonshot) semua mengikuti aturan ketat ini. Bahkan, fitur pengenalan gambar—yang bisa memindai soal dan memberikan jawaban instan—ikut dinonaktifkan.
Langkah ini menandakan betapa seriusnya pemerintah Tiongkok dalam melindungi integritas akademik, di tengah pesatnya adopsi AI oleh generasi muda.
AI Bukan Diharamkan, Tapi Dialihkan
Meskipun siswa dilarang mengakses AI untuk mencari jawaban, bukan berarti teknologi ini benar-benar disingkirkan dari ruang ujian. Justru sebaliknya—AI dimanfaatkan untuk mengawasi perilaku peserta ujian.
Di beberapa wilayah seperti Provinsi Jiangxi, kamera pengawas dengan teknologi pengenalan perilaku merekam seluruh proses ujian. Rekaman ini akan ditinjau kembali untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan seperti bisik-bisik atau saling melirik kertas ujian. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas pun menanti.
Keamanan Super Ketat di Lokasi Ujian
Selain mematikan AI, pemerintah juga memperketat pengawasan di lokasi ujian. Dari identifikasi biometrik, pemeriksaan menyeluruh terhadap perangkat digital, hingga pemblokiran sinyal radio—semua diterapkan demi menciptakan lingkungan ujian yang steril dan bebas kecurangan.
Bagi 13,3 juta siswa yang ikut serta, gaokao bukan sekadar ujian. Ini adalah pintu gerbang masa depan yang menentukan apakah mereka akan melangkah ke universitas impian atau harus mencoba lagi tahun depan. Dalam atmosfer seperti ini, bahkan secuil bantuan dari chatbot bisa mengacaukan keadilan kolektif.
Dengan kebijakan ini, China mengirimkan pesan jelas: di era AI sekalipun, nilai kejujuran tetap tak tergantikan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Infinix Rilis XOS 16 Berbasis Android 16, Hadirkan Fitur AI Lebih Canggih

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel