
TIMETODAY.ID — Enam hari sudah berlalu sejak asap pertama terlihat mengepul dari dek kapal Morning Midas, sebuah kapal kargo raksasa yang sedang menempuh perjalanan dari Tiongkok menuju Meksiko. Namun hingga kini, api yang melahap kapal penuh kendaraan itu masih belum berhasil dipadamkan.
Tak ada lagi manusia di dalam kapal. Seluruh awak, sebanyak 22 orang, telah dievakuasi sejak hari pertama kebakaran terjadi, Selasa (3/6/2025) lalu. Yang tersisa kini hanya bangkai logam mengapung di tengah laut, mengepulkan asap hitam pekat, dan ratusan mobil listrik yang terus memicu api dari dalam.
Kapal ini bukan kapal biasa. Ia mengangkut sekitar 3.000 unit mobil, dengan 800 di antaranya adalah kendaraan listrik dan hybrid. Kendaraan-kendaraan itu berasal dari pabrikan besar Tiongkok seperti Chery dan Great Wall Motor, dan sebagian sudah siap didistribusikan ke pasar Amerika Latin.
Namun yang seharusnya menjadi pengiriman barang bernilai tinggi kini berubah menjadi mimpi buruk mengambang.
Thermal Runaway dan Api yang Tak Mau Padam
Menurut laporan Worldcargonews, jarak kapal dari pelabuhan terdekat mencapai lebih dari 2.000 km, membuat penanganan kebakaran tak bisa dilakukan secepat seharusnya. Tim pemadam baru diperkirakan tiba di lokasi pada Senin (9/6/2025) waktu setempat.
Tantangan terbesar datang dari baterai lithium yang digunakan pada mobil-mobil listrik tersebut. Dalam kondisi ekstrem seperti tekanan panas, benturan, atau reaksi kimia, baterai bisa mengalami fenomena berbahaya yang disebut thermal runaway—sebuah proses reaksi berantai yang menyebabkan suhu meningkat drastis dan memicu kebakaran, bahkan ledakan.
Dan ketika thermal runaway terjadi, tak ada yang mudah. Dibutuhkan hingga 136.000 liter air selama empat jam hanya untuk memadamkan satu unit mobil listrik yang terbakar. Bandingkan dengan mobil mesin bensin biasa yang hanya butuh 10.000–17.000 liter selama 30 menit.
“APAR biasa tak cukup untuk memadamkan baterai lithium,” tulis laporan detikOto, menegaskan bahwa teknologi pemadaman standar belum cukup memadai untuk menangani kebakaran semacam ini.
Kapal Tanpa Tujuan, Asap Tanpa Henti
Kini Morning Midas tak ubahnya neraka terapung di tengah laut. Asap hitamnya terlihat dari puluhan mil, menandakan bahwa api masih menjalar di lambung kapal yang sudah ditinggal awaknya.
Pihak berwenang masih mengkaji langkah penyelamatan, tapi dengan posisi kapal yang sangat terpencil, upaya pemadaman bukan hanya terlambat—tapi bisa jadi terlupakan.
Ketika teknologi listrik menjanjikan masa depan yang lebih bersih, insiden ini jadi pengingat pahit bahwa risiko baru pun datang bersamanya. Di tengah samudra luas, Morning Midas kini menjadi simbol dari pertanyaan besar: apakah kita sudah siap menghadapi konsekuensi dari revolusi kendaraan listrik?
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































