2 Oknum ASN di Kabupaten Bogor Diduga Terlibat Selingkuh dan KDRT

ASN
Ilustrasi ASN.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kabupaten Bogor diduga terlibat hubungan terlarang serta tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dugaan ini pertama kali diungkap melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter) @sugarplumpy, Minggu (8/5/2025).

Pemilik akun yang mengaku sebagai anak salah satu ASN berinisial S, menjelaskan bahwa perselingkuhan itu terjadi antara ayahnya yang berstatus pengawas SMP dengan seorang pengawas SD di dinas yang sama.

“Kronologi ketauannya Oktober 2024, ketahuannya tuh, kemudian kalau ke arah materil karena jarang pulang kan kalau misal minta yang atau kebutuhan lainnya kita ngandelin dari mamah juga,” ujar pemilik akun saat dikonfirmasi, Senin (9/6/2025).

Advertisement

Menurutnya, meski sudah menikah selama 25 tahun, S memilih untuk menjalani hubungan baru di tahun 2024.

“Udah nikah sama mama gue 25 tahun, tapi di tahun 2024 kemarin dia putuskan buat bikin babak baru hidupnya. Bukan pensiun, bukan. Tapi selingkuh,” tambahnya.

Baca Juga :  Wajah Baru Kantor Kelurahan Sukaresmi untuk Pelayanan yang Lebih Baik

Selain dugaan perselingkuhan, pemilik akun menyebut adanya tindakan kekerasan yang dilakukan S pada istrinya pada 18 Oktober 2024 dengan menggunakan raket nyamuk. Walaupun tidak menyebabkan luka fisik serius, kekerasan tersebut menimbulkan trauma psikologis pada anggota keluarga.

“Untungnya, adik gua berhasil stop aksi itu. Memang ga ada luka, tapi luka mentalnya udah permanen buat kita semua,” jelasnya.

Pemilik akun juga menyebut bahwa S pernah mengajukan izin poligami kepada istrinya pada Agustus 2024, namun permintaan itu dianggap candaan oleh keluarga.

Sikap S mulai berubah sejak pertengahan 2024, ditandai dengan sering pulang larut, menghindari komunikasi, serta menjauh dari urusan rumah tangga.

Istri S juga menemukan bukti pengeluaran yang mencurigakan seperti nota makan dan pembelian jam tangan di lokasi dekat tempat tinggal ASN perempuan yang diduga terlibat.

“Kami sudah berusaha menghubungi ASN perempuan itu, tapi semua nomor telepon kami diblokir. Nomor gue, nomor ibu gue, nomor semua keluarga diblok semua sama ibu S. Kita ga bisa kontak dia sama sekali, tapi mereka? masih asik mesra-mesraan,” tulis pemilik akun.

Baca Juga :  Warga Ceritakan Detik-detik Pabrik Obat di Bogor Terbakar

Dalam salah satu percakapan yang dibagikan, S disebut pernah mengatakan ingin menikah lagi karena merasa istrinya terlalu keras dan menginginkan pasangan yang lebih lembut.

Pemilik akun juga mengaku memilih tinggal di kos untuk menjaga kesehatan mental dan mencoba menjalani kehidupan normal di tengah konflik keluarga.

“Gak nanya kabar, gak minta maaf, gak nunjukin penyesalan, just business as usual,” kesalnya.

Pemilik akun mengaku telah melaporkan kasus ini melalui jalur resmi kepada atasan S, namun belum mendapat respons.

“Gua ga akan berhenti sampai keadlian buat ibu dan keluarga gue ditegakkan,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, dinas setempat belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan tersebut.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel