Terbang Terlalu Cepat: Kisah Tragis Model Muda yang Gugur di Langit Montenegro

Montenegro
Model 19 tahun tewas usai terjatuh saat paralayang. (Foto: X)

TIMETODAY.ID — Langit cerah di atas pantai Budva, Montenegro, menjadi saksi bisu tragedi memilukan. Apa yang seharusnya menjadi momen penuh adrenalin dan kebebasan di udara, justru berubah menjadi detik-detik terakhir dalam hidup seorang remaja perempuan. Tijana Radonjic, model 19 tahun asal Serbia, tewas setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 50 meter saat bermain paralayang.

Video detik-detik peristiwa itu tersebar luas di media sosial. Di dalamnya, terlihat Tijana yang tengah berada di udara, kemudian melepaskan sabuk pengamannya. Diduga kuat, ia mengalami serangan panik hebat saat mengudara. Tubuhnya kemudian jatuh bebas ke Laut Adriatik. Masyarakat dunia pun dikejutkan dengan kabar duka yang datang dari salah satu destinasi wisata populer Eropa Timur itu.

Menurut laporan New York Post, evakuasi Tijana sempat menemui hambatan karena kondisi medan yang curam. Setelah berhasil dijangkau oleh tim penyelamat, pemeriksaan medis menyatakan Tijana telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

Advertisement

“Tijana ke Montenegro bersama bibinya. Mereka berlibur di sana dan menjajal bermain paralayang,” demikian bunyi laporan yang dikutip pada Selasa (3/6/2025).

Baca Juga :  Rumah Tangga Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Di Ujung Tanduk, Gugatan Cerai Sudah Masuk Pengadilan

Namun, perjalanannya ke Montenegro bukan semata untuk berlibur. Laporan lain menyebutkan bahwa Tijana tengah merekam video promosi untuk agen wisata lokal. Ia diduga mendapat endorsement dari penyedia jasa paralayang, menjadikan aktivitas ini bagian dari kerja samanya sebagai figur publik muda yang tengah meniti karier.

Kini, keluarga Tijana tenggelam dalam duka yang dalam dan menuntut penyelidikan lebih lanjut, terutama karena dugaan adanya serangan panik sebelum kejadian fatal itu.

“Kami tidak akan pernah menerima kenyataan ini atau menerima kenyataan bahwa Tijana telah tiada,” ujar kedua orang tuanya, Branka dan Goran, dalam pernyataan penuh emosional.

“Kamu (Tijana) akan selalu berada di hati kami selamanya. Kami yang paling mencintaimu tanpa henti dan (kamu) akan selalu dirindukan. Beristirahatlah dengan tenang dan semoga para malaikat menjagamu. Sekarang kamu adalah salah satu dari mereka,” tambah mereka.

Pihak perusahaan paralayang pun buka suara. Mirko Krdzic, pemilik operator paralayang tempat Tijana terbang, mengaku terkejut dengan tragedi ini.

Baca Juga :  Di Balik Gencatan Senjata, Iran Diam-Diam Siapkan Skenario Perang Berkepanjangan

“Kami semua terkejut setelah kecelakaan yang terjadi. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi,” katanya.

Menurutnya, Tijana telah menjalani pelatihan sebelumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan.

“Dia tidak menunjukkan rasa takut untuk terbang. Dia menjalani pelatihan, setelah itu tragedi itu terjadi. Pemeriksaan teknis semua peralatan sedang berlangsung, dan hasil otopsi masih ditunggu,” ungkap Mirko.

Sementara itu, pihak berwenang Montenegro menyatakan bahwa penyelidikan resmi masih berjalan, termasuk pengujian terhadap peralatan keselamatan serta pemeriksaan medis mendalam.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas ekstrem seperti paralayang, meski menyuguhkan keindahan dan sensasi luar biasa, tetap menyimpan risiko besar, terutama ketika kondisi psikologis peserta tidak dalam keadaan stabil.

Dan bagi keluarga serta orang-orang terdekat Tijana, langit Montenegro akan selalu menjadi tempat mereka kehilangan, dan barangkali juga tempat mereka menatap sambil mengenang—tentang seorang gadis muda yang terbang tinggi, lalu pergi terlalu cepat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel