Saat Film Horor Jadi Kenyataan: Plafon Bioskop Runtuh di Tengah Penayangan Final Destination

film horor
ilustrasi kursi bioskop (istock)
TIMETODAY.ID — Pada malam yang seharusnya menjadi perayaan ulang tahun sederhana, Fiamma Villaverde memilih sesuatu yang cukup biasa: menonton film horor bersama putrinya yang berusia 11 tahun dan seorang teman. Tapi di dalam studio gelap Cinema Ocho di La Plata, Argentina, film horor yang mereka tonton berubah menjadi nyata  dengan cara yang sama sekali tak terduga.
Hari itu, Minggu malam, 19 Mei, layar lebar tengah menayangkan Final Destination: Bloodlines, film keenam dari waralaba horor terkenal yang berkisah tentang kematian mendadak dan mengerikan akibat kekuatan tak terlihat. Di kursi penonton, Fiamma dan para penonton lain hanyut dalam ketegangan film. Namun menjelang akhir, suasana berubah drastis.
“Tiba-tiba terdengar suara keras sekali,” kenang Fiamma. “Awalnya kami kira itu bagian dari film karena memang sedang mencekam. Tapi kemudian… plafon runtuh, dan mengenai saya.”
Bagian besar dari langit-langit studio itu roboh, menimpa beberapa penonton termasuk dirinya dan sang anak. Untungnya, tubuh Fiamma dalam posisi sedikit condong ke arah sandaran tangan, sehingga puing tidak langsung menghantam kepalanya. Tapi tetap saja, tubuhnya mengalami memar, dan ia harus menjalani pemeriksaan rontgen serta belum dapat kembali bekerja dalam beberapa hari.
Yang lebih membuatnya terpukul adalah memikirkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi. “Bayangkan kalau yang kena itu kepala anak saya,” ujarnya geram.
Kejadian ini membuatnya langsung meminta pengembalian tiket sambil menunggu ambulans tiba. Di tengah kekacauan, ia juga sempat berinteraksi dengan manajer bioskop yang, alih-alih meminta maaf, justru bertanya, “Kamu mau menyelesaikan ini seperti apa?”
“Saya jawab, saya akan mengajukan keluhan resmi,” kata Fiamma. Kini, ia sudah menghubungi pengacara untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Yang ironis, keputusan menonton film itu sendiri bukanlah sesuatu yang biasa dilakukan Fiamma. Ia mengaku sudah bertahun-tahun tidak ke bioskop, dan merasa tidak nyaman berada di tempat ramai. Tapi karena ulang tahun, ia berusaha melawan rasa gelisah dan mencoba merayakannya dengan cara yang ringan.
“Dan lihat apa yang terjadi,” katanya lirih.
Pihak bioskop hingga kini belum memberikan pernyataan resmi meski sejumlah media, termasuk People, telah mencoba menghubungi mereka.
Insiden ini tidak hanya mengaburkan batas antara hiburan dan bahaya nyata, tapi juga menyisakan pertanyaan besar soal standar keselamatan gedung-gedung publik — dan bagaimana sebuah malam film bisa berubah menjadi mimpi buruk, bahkan tanpa bantuan efek visual.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Ilmuwan China Temukan Virus Corona Baru, CDC: Belum Ada Bukti Menular ke Manusia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel