Pemkab Bogor Dapat WTP Lagi, Tanda Administrasi Baik-baik Saja

WTP
Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Layaknya siswa teladan yang berhasil menyalin PR dengan rapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

WTP kedelapan ini menjadi bukti nyata bahwa keindahan administrasi memang tak pernah lekang oleh waktu, meski realitas di lapangan kadang penuh lubang anggaran.

Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi, ikut mengacungkan jempol, tentu dengan tetap setengah hati.

“Ini merupakan predikat WTP yang kedelapan, setelah tiga tahun berturut-turut Pemkab Bogor harus mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP),” ujarnya, Senin (26/5/2025).

“Jadi, semacam comeback administratif, ya,” sindirnya.

WTP ini jatuh manis menjelang 100 hari kerja duet dinamis Bupati Rudi Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi. Coincidence? Maybe. Strategi PR? Probably.

Menurut Yusfitriadi, ini menandakan adanya niat reformasi birokrasi, setidaknya di atas kertas.

Namun, seperti hubungan jarak jauh yang hanya indah lewat chat, ia mengingatkan agar prestasi ini tak membuat euforia berlebihan.

“Terkadang predikat yang diberikan oleh BPK hasil audit yang hanya bersifat administratif, bukan faktual. Belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan dalam pengelolaan keuangan Pemkab Bogor,” katanya.

Yusfitriadi, sekaligus pendiri LS Vinus ini terkenal doyan membedah dokumen seperti detektif keuangan, mengendus adanya ketimpangan antara laporan keuangan yang kinclong dan praktik anggaran yang, yah, masih perlu exfoliating treatment.

Ia juga menekankan pentingnya lima poin di atas dalam setiap tahapan pengelolaan anggaran.

“Pertama membangun komitmen tata kelola keuangan yang baik dan bersih, kedua transparansi dan akuntabel, ketiga reward and punishment, keempat menguatkan fungsi pengawasan dan terakhir audit eksternal,” bebernya.

Yus berharap WTP selanjutnya lahir bukan hanya dari administrasi yang molek, tapi dari perubahan nyata.

“Apabila lima hal ini konsisten diterapkan, rakyat bukan cuma bisa baca laporan, tapi juga bisa merasakan dampaknya,” tutup Yusfitriadi.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Jaro Ade Resmikan Peletakan Batu Pertama Galeri UMKM Digital GVN

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel