TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Maruf, mengatakan bahwa lokasi pembangunan Sekolah Rakyat telah diusulkan di wilayah Jasinga, tepatnya di atas lahan milik pemerintah seluas 11 hektare.
“Minimal luas yang diharapkan pemerintah itu lima hektare. Kami sudah mengusulkan lokasi untuk dibangun di Jasinga, ada di lahan milik pemerintah seluas 11 hektare,” ujar Farid, Jumat (18/4/2025).
Sebagai tahap awal, Pemkab Bogor juga berencana membuka sekolah percontohan pada tahun ini dengan kapasitas terbatas, yakni dua kelas setingkat SMA. Sekolah percontohan itu akan berlokasi di kawasan Centra Galih Pakuan, Ciseeng, yang merupakan aset milik Kementerian Sosial.
“Mungkin nanti akan dibuka tahun ini, meskipun terbatas hanya untuk dua kelas di tingkat SMA. Nanti lokasinya di Ciseeng, Centra Galih Pakuan milik Kementerian Sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa persiapan fasilitas tengah dilakukan.
“Waktu itu teman-teman dari Centra dan Kemensos juga datang untuk koordinasi di kantor. Ruang kelasnya sudah dikosongkan, tinggal teknis operasionalnya yang masih digodok oleh pemerintah pusat,” tambah Farid.
Menurutnya, calon siswa yang akan masuk ke Sekolah Rakyat akan diprioritaskan dari keluarga miskin ekstrem, berdasarkan data yang telah divalidasi oleh Dinsos.
“Nah, dari 50 orang calon siswa ini nanti akan kita cocokan dengan data yang ada di kita,” tegas Farid.
“Harapannya, anak-anak yang masuk memang benar-benar berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan,” tutupnya.
Editor : B. Supriyadi





































