Sekolah Rakyat Berbasis Asrama Bakal Hadir di Cibinong

Sekolah Rakyat
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Maruf. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR –  Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyiapkan satu langkah progresif dalam menjawab tantangan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemkab Bogor berencana mendirikan Sekolah Rakyat pertama, sebuah institusi pendidikan berbasis asrama yang akan dibangun di Cibinong.

Langkah ini tidak sekadar upaya memperluas akses pendidikan, melainkan bentuk nyata dari perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok rentan yang selama ini nyaris terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.

Farid Maruf, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, terutama mereka yang tercatat dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Dalam konsepnya, sekolah ini akan berbasis boarding school dan dibangun dengan kapasitas delapan rombongan belajar (rombels) dalam satu gedung.

“Target utama kami adalah anak-anak yang memang tidak memiliki kesempatan sekolah karena keterbatasan ekonomi. Sekolah ini kami siapkan agar mereka tidak hanya mendapat pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter dan kemandirian,” ujar Farid saat ditemui timetoday.id, Selasa (20/5/2025).

Ia menambahkan, lokasi sementara yang diproyeksikan adalah di kawasan Karadenan, tepatnya di lingkungan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cibinong. Namun demikian, Farid menyebutkan bahwa rencana ini masih dalam tahap koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan dan lembaga terkait lainnya.

“Kita upayakan nanti setara SMP, karena di usia itu banyak anak dari keluarga miskin ekstrem yang sudah putus sekolah. Rencana awalnya di Karadenan SKB, tapi tentu masih harus dikoordinasikan lebih dulu,” imbuhnya.

Kebijakan ini lahir dari data yang menunjukkan masih tingginya angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bogor. Menurut catatan Dinsos, ribuan anak masih belum mengakses pendidikan secara layak karena kondisi ekonomi keluarga yang berada jauh di bawah garis kemiskinan.

Inisiatif Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi model inklusif yang dapat direplikasi di kecamatan lain, terutama di wilayah dengan indeks kemiskinan tinggi.

Tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membangun lingkungan hidup yang aman, sehat, dan mendukung pertumbuhan anak secara holistik.

“Pendidikan tidak boleh jadi barang mewah. Ini adalah hak dasar. Sekolah Rakyat ini kami desain agar jadi rumah kedua bagi anak-anak yang selama ini tidak punya tempat untuk belajar dan tumbuh,” tutur Farid.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Pemkab Bogor Siapkan Sekolah Rakyat, Targetkan Siswa dari Keluarga Miskin Ekstrem

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel