Mengenal Megathrust, Sumber Gempa Besar yang Bisa Picu Tsunami

megathrust
Zona subduksi lempeng bumi(wikimedia.org/KDS4444 )

TIMETODAY.ID — Bayangkan tanah tiba-tiba bergetar hebat, membuat bangunan runtuh, barang-barang berjatuhan, dan suara sirene peringatan tsunami mulai meraung. Itulah gambaran dari gempa megathrust, sebuah fenomena geologi yang bisa membawa kehancuran besar dalam hitungan detik. Tapi, apa sebenarnya megathrust, dan mengapa ia begitu berbahaya?

Apa Itu Megathrust?

Megathrust adalah zona penunjaman tempat dua lempeng tektonik bertemu dan salah satu lempeng menyusup ke bawah lempeng lainnya. Zona ini biasanya berada pada kedalaman kurang dari 50 km dan berpotensi menimbulkan gempa bumi berkekuatan besar.

Dilansir dari situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), zona subduksi terbentuk akibat interaksi antara lempeng samudera dan lempeng benua yang memiliki massa jenis berbeda. Ketika lempeng-lempeng ini bertumbukan, energi yang terkumpul di dalamnya dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi berkekuatan tinggi.

Advertisement

“Ketika energi ini dilepaskan, dampaknya bisa luar biasa, menciptakan gempa bumi besar yang dapat memicu tsunami,” ungkap para ahli geologi dari PVMBG.

Baca Juga :  Ilmuwan Ungkap: Catur dan Game Online Tak Bikin Otak Lebih Cerdas

Mengapa Megathrust Berbahaya?

Salah satu karakteristik utama megathrust adalah kemampuannya menciptakan gempa berkekuatan tinggi yang berpotensi merusak infrastruktur dan menimbulkan tsunami. Proses subduksi yang terjadi dalam zona ini menyebabkan tekanan yang luar biasa besar. Begitu tekanan ini mencapai titik maksimum dan dilepaskan, hasilnya adalah gempa bumi dahsyat.

Dilansir dari Portal Literasi Sejarah Bencana, Indonesia berada di kawasan rawan megathrust dengan beberapa zona subduksi aktif. Beberapa di antaranya adalah:

  • Sumatran Megathrust
  • Java Megathrust
  • Banda Megathrust
  • Northern Sulawesi Thrust
  • Philippine Thrust

Kelima zona ini membentang di sepanjang wilayah Indonesia dan memiliki segmen-segmen aktif yang berpotensi menimbulkan gempa besar serta tsunami. Tercatat, ada sekitar 16 segmen aktif di Indonesia yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan ancaman bencana alam terbesar di dunia karena posisinya di antara beberapa zona megathrust aktif,” jelas seorang peneliti dari PVMBG.

Baca Juga :  BMKG Catat Gempa Megathrust Pacitan Bermagnitudo 6,2, Getaran Terasa Hingga Jateng

Dampak Megathrust

Dampak dari gempa megathrust bisa sangat luas dan menghancurkan. Selain menyebabkan kerusakan bangunan, jalan, dan infrastruktur lainnya, gempa ini juga berpotensi memicu tsunami yang dapat menerjang wilayah pesisir dalam waktu singkat.

Dengan tingkat risiko yang tinggi, penting bagi masyarakat Indonesia untuk memahami bahaya megathrust dan langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan. Kesadaran dan kesiapsiagaan dapat menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana ini di masa depan.

Sebagai negara yang terletak di pertemuan lempeng tektonik aktif, Indonesia tidak bisa menghindari ancaman megathrust. Namun, dengan pemahaman yang lebih baik tentang fenomena ini, masyarakat bisa lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel