Bukan IQ, Ini Keterampilan yang Bikin Anak Tangguh dan Sukses

anak
ilustrasi Siswa mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan di kelas.(foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya tumbuh sukses, kreatif, dan tahan banting menghadapi tantangan hidup. Namun menurut pakar dari Yale University, kunci utamanya bukan hanya kecerdasan akademik, melainkan satu keterampilan penting: kemampuan mengatur emosi (emotion regulation).

Zorana Ivcevic Pringle, PhD, peneliti senior di Yale Center for Emotional Intelligence, menegaskan bahwa regulasi emosi adalah kekuatan yang membedakan orang-orang paling sukses dan kreatif.

“Regulasi emosi bukan soal selalu merasa bahagia, tapi tentang kemampuan menghadapi ketidakpastian dengan tenang,” ujarnya, dikutip dari CNBC International.

Advertisement

Pringle menjelaskan, saat membangun sesuatu yang baru, risiko dan ketidakpastian adalah hal yang pasti. Emosi kuat seperti frustrasi atau kecewa bisa muncul kapan saja. Namun, mereka yang mampu mengatur emosi akan lebih tahan banting, mampu bertahan, dan menemukan jalan keluar.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Konsisten Dorong Pengembangan Inovasi Yang Berfokus Pada Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak

“Orang membutuhkan seluruh spektrum emosi untuk sukses dalam hidup dan pekerjaan. Kita memang mudah kewalahan, tetapi sebenarnya kita punya kendali lebih besar daripada yang kita kira,” jelasnya.

5 Cara Melatih Regulasi Emosi ala Pakar Yale

  1. Gunakan aktivitas dengan bijak
    Bukan menghindari stres, tetapi memilih kegiatan yang sejalan dengan tujuan jangka panjang. Misalnya, menulis buku melelahkan, tetapi hasilnya sepadan.
  2. Ubah lingkungan
    Sesekali pindah suasana dapat membantu. Pringle sendiri memilih menulis di toko buku alih-alih kantor agar kreativitasnya lebih lepas.
  3. Alihkan perhatian
    Sama seperti rasa sakit fisik bisa diredakan dengan distraksi, emosi negatif pun bisa diurai dengan mengalihkan fokus sementara.
  4. Redefinisi kegagalan
    Daripada terjebak dalam putus asa, cobalah melihat kegagalan sebagai sumber informasi baru. Bisa jadi ada sudut pandang atau peluang yang sebelumnya terlewat.
  5. Ubah reaksi
    Dalam situasi penuh tekanan, berpura-pura ramah (surface acting) mungkin berhasil sesaat, tapi lebih sehat jika benar-benar menyesuaikan emosi (deep acting). Pilihan ini membuat seseorang lebih termotivasi dan kreatif.
Baca Juga :  Rahasia Wastafel Bersih dan Kinclong, Ternyata Pakai Bahan Sederhana

Menurut Pringle, keterampilan ini sebaiknya ditanamkan sejak kecil. Anak yang terbiasa melatih regulasi emosi akan tumbuh lebih tangguh, lebih kreatif, dan siap menghadapi tekanan hidup maupun kerja.

“Mengubah reaksi bisa mengubah suasana hati. Semakin sering dilatih, semakin kuat pula kemampuan regulasi emosi kita,” pungkasnya.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel