TIMETODAY.ID, KARAWANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa orang tua di Provinsi Jawa Barat perlu mengubah cara mereka mendidik anak-anak mereka, terutama dalam memberikan fasilitas yang terlalu berlebihan. Hal ini bertujuan untuk membangun karakter dan mental yang kuat pada anak-anak.
Menurut Dedi, anak-anak di Jawa Barat harus dibiasakan untuk bangun pagi dan berjalan kaki. Ia bahkan menegaskan bahwa sekolah yang nyaman dan aman harus mendorong anak-anak untuk berjalan kaki sejauh satu kilometer, tanpa ada kompromi.
“Kalau sekolahnya nyaman, aman berjalan kaki jarak satu kilometernya masih bisa berjalan kaki, maka dia harus berjalan kaki dan tidak ada kata kompromi,” ujarnya.
Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa orang tua tidak boleh menunggu anak-anak mereka di depan sekolah.
“Ibu dan bapaknya nungguin di depan sekolah, saya tidak mau,” tegasnya.
Selain itu, Dedi menyarankan agar pagar sekolah harus ditutup dan dijaga oleh petugas keamanan. Ia juga membandingkan kebiasaan orang tua di Indonesia yang mengantar anaknya dengan kendaraan bermotor dan menunggu sepanjang hari di sekolah, dengan kebiasaan anak-anak di Jepang yang berjalan kaki sendiri ke sekolah.
“Indonesia yang sekolah anaknya nungguin dari pagi sampai sore ibunya, lemah,” tambah Dedi Mulyadi.
Selain itu, mantan Bupati Karawang dua periode 2008 hingga 2018 mengungkapkan bahwa ia berfokus pada perubahan sumber daya manusia di Jawa Barat, dan berharap bahwa setiap daerah di provinsi ini akan dihormati dan dikenal dengan prestasinya.
“Saya ingin ketika dengar Indramayu orang hormat, dengar Karawang hormat, Karawang hebat, dengar Bandung, Bandung Hebat,” tuntasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































