Kisah Sanusi, Warga Bojong Koneng Berjuang di Tengah Ancaman Pergeseran Tanah

Bojong Koneng
Kondisi Rumah M. Sanusi (52) setelah mengalami pergeseran tanah di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Ketenangan warga Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendadak terusik. Hujan deras yang mengguyur selama empat malam berturut-turut menyebabkan tanah di sekitar permukiman mereka bergeser, mengancam rumah-rumah yang telah lama berdiri di sana. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah M. Sanusi (52), seorang warga yang kini dihadapkan pada keputusan sulit, antara bertahan di rumah retak atau mencari tempat pengungsian.

Sanusi telah tinggal di rumahnya sejak 2013. Meski setiap musim hujan selalu membawa ancaman, ia tetap bertahan. Namun, tahun ini berbeda. Retakan di rumahnya semakin melebar dari hari ke hari, bahkan dapurnya sudah ambles terbawa tanah. Dengan suara berat, ia mengungkapkan kegelisahannya.

Baca Juga :  Tawa Ceria Ratusan Anak Yatim Warnai Senja di Vihara Dhanagun

“Dari 2013 saya masih bisa bertahan, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Saya mau mengungsi,” ujarnya lirih.

Advertisement

Tak hanya Sanusi, banyak warga lain di Bojong Koneng merasakan hal serupa. Meski masih memilih bertahan, ketakutan selalu menghantui mereka. Setiap kali hujan turun, mereka bertanya-tanya apakah rumah mereka akan tetap berdiri esok hari.

Di tengah kecemasan ini, Bupati Rudy Susmanto sempat datang mengunjungi lokasi kejadian pada dini hari, mencoba melihat langsung situasi yang dialami warga. Namun, meski kehadiran pemerintah memberi secercah harapan, hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga datang.

Baca Juga :  Lawan Tawuran dan Narkoba, Teman Santuy Cikaret Bentuk Satgas KOMBES 05

“Belum ada bantuan. Makanya tadi pagi saya ajak teman-teman untuk menemui aparat. Sampai kapan kami harus dibiarkan seperti ini? Kami butuh tempat mengungsi,” keluh Sanusi.

Keinginan warga untuk segera direlokasi pun semakin mendesak. Sanusi dan beberapa warga lainnya berharap dapat dipindahkan ke daerah yang lebih aman, seperti Cikeas. Namun, tanpa kepastian dari pihak terkait, mereka hanya bisa bertahan dalam ketidakpastian.

Editor : B. Supriyadi 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel