
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Aceh berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025). Mereka membawa spanduk bernada kritik serta bendera putih sebagai simbol harapan agar negara hadir lebih serius menangani dampak banjir dan longsor yang melanda Sumatra sejak akhir November lalu.
Pesan-pesan dalam spanduk ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari tuntutan penetapan status darurat bencana nasional hingga kritik keras terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai belum menyentuh kebutuhan korban di lapangan.
Bendera putih yang dikibarkan bukan dimaknai sebagai tanda menyerah. Koordinator aksi, Rahmad Maulidin, menegaskan simbol tersebut mencerminkan kondisi masyarakat yang merasa negara belum optimal hadir di tengah krisis. Menurutnya, dampak banjir kali ini bahkan dinilai lebih berat dibandingkan bencana besar sebelumnya.
Sejumlah demonstran mengungkapkan kondisi pengungsian yang memprihatinkan. Keterbatasan logistik membuat sebagian bayi terpaksa diberi makanan instan karena tidak tersedianya kebutuhan khusus. Di luar wilayah terdampak, harga bahan pokok melonjak, akses listrik dan komunikasi terputus, serta distribusi BBM tersendat.
Koalisi masyarakat sipil mendesak pemerintah pusat segera menetapkan banjir Sumatra sebagai bencana nasional agar seluruh sumber daya negara bisa digerakkan secara maksimal, termasuk pembukaan akses bantuan dari dunia internasional.
Berdasarkan data BNPB per 18 Desember 2025, banjir dan longsor telah berdampak pada 52 kabupaten/kota dengan korban meninggal mencapai 1.059 jiwa. Selain itu, ratusan ribu rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, membuat pemulihan berjalan lambat.
Di sisi lain, koalisi juga menuntut aparat penegak hukum memproses perusahaan yang diduga merusak lingkungan dan berkontribusi terhadap bencana. Pemerintah sendiri telah memerintahkan audit terhadap PT Toba Pulp Lestari Tbk, dengan hasil pemeriksaan yang dijanjikan akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
Aksi damai ini menjadi pengingat bahwa di balik angka dan laporan resmi, masih banyak warga yang menanti kebijakan nyata demi pemulihan hidup mereka. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































