Kenapa Sirup Marjan Selalu Identik dengan Ramadan? Ini Kisahnya!

Setiap bulan Ramadan tiba, ada satu hal yang hampir selalu muncul di layar televisi dan rak-rak swalayan: Sirup Marjan
Sirup Marjan

TIMETODAY.ID — Setiap bulan Ramadan tiba, ada satu hal yang hampir selalu muncul di layar televisi dan rak-rak swalayan: Sirup Marjan. Tak hanya sekadar minuman penyegar, Marjan telah menjadi ikon yang menandai datangnya bulan suci di Indonesia.

Keberadaannya begitu lekat dengan tradisi Ramadan, bahkan banyak warganet yang bercanda bahwa tanda pasti Ramadan adalah kemunculan sirup Marjan dalam berbagai iklan dan promo swalayan.

Sejarah Sirup Marjan

Sirup Marjan pertama kali diproduksi oleh PT Suba Indah pada tahun 1975. Perusahaan ini didirikan oleh Muhammad Saleh Kurnia, seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang juga dikenal sebagai pendiri Hero Supermarket.

Advertisement

Awalnya, PT Suba Indah memproduksi susu, tetapi produk tersebut kurang mendapat respons yang baik di pasaran. Kurnia kemudian beralih ke produksi sirup, yang akhirnya menjadi sukses besar.

Marjan Bouduin, merek sirup yang diperkenalkan oleh PT Suba Indah, dengan cepat mendapat tempat di hati masyarakat.

Salah satu faktor utama yang mempercepat pertumbuhannya adalah jaringan Hero Supermarket yang menjadi distributor utama sirup ini. Pada era 1970-an hingga 1980-an, Hero Supermarket menjadi salah satu peritel terbesar di Indonesia, sehingga memudahkan pemasaran produk Marjan.

Baca Juga :  Telur Keriwil, Kreasi Sederhana yang Cocok untuk Sahur dan Buka Puasa

Seiring waktu, bisnis ini berkembang pesat, dan pada tahun 2002 PT Suba Indah diakuisisi oleh PT Lasallefood Indonesia. Akuisisi ini membawa Marjan ke level yang lebih tinggi, menjadikannya merek sirup premium yang dikenal luas dan terus berkembang pesat.

Iklan Marjan yang Ikonik

Selain rasanya yang khas, popularitas Marjan juga didukung oleh strategi pemasaran yang kuat, terutama melalui iklan-iklan Ramadan yang selalu dinantikan oleh masyarakat.

Iklan sirup Marjan dikenal memiliki konsep unik, sinematik, dan emosional, sering kali mengangkat tema kebersamaan keluarga, nostalgia, serta kehangatan berbuka puasa.

Tahun 2025, Marjan kembali menghadirkan iklan spektakuler dengan konsep futuristik bertajuk “JKTerra 2108”.

Mengusung tema dunia distopia di masa depan, iklan ini menampilkan visual sinematik yang memukau dengan sentuhan sci-fi yang belum pernah diterapkan dalam iklan sirup sebelumnya.

Teaser iklan ini telah dirilis di media sosial dan langsung mendapat respons positif dari masyarakat, menambah antusiasme jelang Ramadan.

Baca Juga :  Menjawab Keraguan: Bolehkah Donor Darah Saat Puasa?

Tak hanya tahun ini, Marjan selalu berhasil menarik perhatian dengan iklan-iklannya yang kreatif.

Siapa yang bisa lupa dengan iklan yang menampilkan suasana rumah yang hangat, diiringi narasi lembut yang membuat penonton larut dalam momen berbuka puasa? Atau iklan dengan adegan anak-anak yang membantu menyiapkan hidangan Ramadan dengan senyum bahagia? Semua itu menjadikan Marjan sebagai bagian dari memori kolektif Ramadan di Indonesia.

Marjan, Lebih dari Sekadar Sirup

Keberhasilan Marjan bukan hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena kemampuannya membangun citra yang erat dengan nilai-nilai Ramadan.

Dari sejarah panjangnya hingga iklan-iklan ikoniknya, Marjan telah menjadi bagian dari tradisi tahunan yang dinantikan banyak orang.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Ramadan belum terasa lengkap tanpa segelas sirup Marjan yang segar di meja berbuka.

Dari tahun ke tahun, Marjan tidak hanya menghadirkan rasa manis dalam minuman, tetapi juga dalam kenangan dan kebersamaan keluarga di bulan suci.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel