
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencatat penurunan signifikan dalam angka stunting dan peningkatan status gizi anak di wilayahnya. Berdasarkan data terbaru, tingkat gizi buruk pada anak usia 0-59 bulan di Kabupaten Bogor hanya 0,5 persen, di bawah standar nasional sebesar 1 persen.
Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, mengungkapkan prevalensi stunting di Kabupaten Bogor turun dari 27,6 persen menjadi 7,59 persen.
“Ini merupakan penurunan yang luar biasa dan mengindikasikan bahwa rata-rata status gizi anak di Kabupaten Bogor semakin membaik,” kata Bachril, Senin (3/2/2025).
Keberhasilan ini didukung berbagai program pemerintah, termasuk program Gotasmil (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik) dan pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi, menegaskan program-program tersebut telah berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan anak-anak.
“Saat ini memang masih tahap awal, tetapi secara umum sudah banyak membantu perkembangan anak-anak di sekolah,” ujar Agus.
Pemkab Bogor berharap pencapaian ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya peningkatan status gizi anak.
Mereka juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berimbang serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Namun, Pemkab Bogor tetap menghadapi tantangan, termasuk kasus anak meninggal di Parung Panjang akibat penyakit penyerta seperti down syndrome dan penyakit jantung.
Pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan penanganan kasus serupa di masa mendatang.
Reporter : Amelia Aziziah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di atau via whatsapp timetoday wa channel



































