Sepanjang Tahun 2024, Berapa Kali Gunung Marapi Mengalami Erupsi?

Gunung Marapi
Letusan Gunung Marapi tahun 2023. Foto : wikipedia.

TIMETODAY.ID, AGAM – Pada Rabu malam, 22 Januari 2025, Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.

Erupsi yang terjadi sekitar pukul 19.29 WIB ini menghasilkan dentuman yang sangat keras, yang terdengar hingga ke Kota Bukittinggi, yang berjarak puluhan kilometer dari kawah gunung tersebut.

Suara tersebut menggemparkan warga sekitar, meski tinggi kolom abu yang biasanya terlihat dari letusan gunung ini tidak teramati karena tertutup oleh kabut tebal yang menyelimuti wilayah tersebut.

Advertisement

Erupsi ini tercatat oleh Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi, yang merekam getaran seismik dengan amplitudo maksimum sebesar 30.3 milimeter, menunjukkan besarnya energi yang dilepaskan oleh gunung berapi tersebut.

Durasi erupsi tercatat sekitar 46 detik, sebuah periode yang cukup panjang untuk menghasilkan dampak signifikan.

Meski dentuman keras itu menambah kecemasan warga, tim vulkanologi dan pengamat gunung berapi segera memberikan penjelasan bahwa status Gunung Marapi masih berada pada level II atau status waspada.

Berdasarkan pemantauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas vulkanik ini belum menunjukkan ancaman yang lebih besar, namun potensi bahaya masih ada, terutama dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yaitu Kawah Verbeek.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak memasuki wilayah yang telah ditentukan untuk menjaga keselamatan.

Meskipun tidak ada laporan kerusakan atau korban akibat erupsi ini, peringatan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kaki Gunung Marapi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan aktivitas lanjutan.

Baca Juga :  Letusan Gunung Marapi Disaksikan Warga, PVMBG Imbau Waspada

Lantas berapa kali Gunung Marapai mengalami erupsi sepanjang 2024?

Melansir beberapa sumber, Gunung Marapi, yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, terus dipantau ketat oleh PVMBG dan badan terkait lainnya.

Gunung Marapi di Sumatera Barat telah mencatatkan aktivitas vulkanik yang signifikan sepanjang tahun 2024.

Menurut data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, gunung ini mengalami 380 kali letusan dan 5.237 hembusan sejak erupsi utama yang dimulai pada Desember 2023 hingga November 2024.

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Gunung Marapi, Yasa Suparman, menjelaskan bahwa saat ini Gunung Marapi berada pada status Level II (Waspada). Namun, pada awal November 2024, aktivitas gunung sempat meningkat, sehingga statusnya dinaikkan ke Level III (Siaga).

Laporan Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, aktivitas erupsi Gunung Marapi cenderung menurun dalam beberapa minggu terakhir.

Grafik tiltmeter Stasiun Batupalano sejak awal November menunjukkan pola mendatar, terutama pada sumbu tangensial, yang mengindikasikan tidak adanya perubahan deformasi pada tubuh gunung api.

Berdasarkan evaluasi visual dan data pemantauan hingga awal Desember 2024, aktivitas Gunung Marapi bersifat fluktuatif tetapi dengan kecenderungan menurun.

Asap hembusan yang teramati memiliki ketinggian maksimum 150 meter di atas puncak. Namun, erupsi seringkali tidak terlihat secara visual karena tertutup kabut atau awan. Material letusan diperkirakan jatuh di sekitar area kawah tanpa dampak signifikan ke wilayah sekitar.

Baca Juga :  Rudy Susmanto-Jaro Ade Unggul 73,45 Persen di Quick Count, Bayu Syahjohan-Musyafaurrahman 26,55 Persen

Jenis gempa yang terekam juga menunjukkan penurunan. Gempa letusan dan gempa hembusan, yang menjadi manifestasi pelepasan energi dari fluktuasi vulkanik, kini terjadi lebih jarang.

Aktivitas gempa vulkanik dalam (VA), yang berkaitan dengan intrusi magma, menunjukkan penurunan dibandingkan minggu sebelumnya. Meski demikian, gempa tektonik lokal di sekitar Marapi masih aktif, kemungkinan akibat dinamika intrusi magma.

Pada Oktober 2024, peningkatan gempa vulkanik dalam sempat diikuti oleh gempa vulkanik dangkal dan penurunan nilai dv/v (variasi kecepatan seismik).

Namun, akhir Oktober menunjukkan nilai dv/v mendekati nol, mengindikasikan tekanan dalam tubuh gunung berkurang. Nilai koherensi yang mencerminkan stabilitas medium pun telah naik kembali meskipun belum sepenuhnya stabil.

Berdasarkan data-data yang dianalisis, para ahli menyimpulkan bahwa aktivitas Gunung Marapi masih fluktuatif dengan kecenderungan menurun.

Potensi terjadinya letusan tetap ada, tetapi kemungkinan terjadi letusan besar seperti Desember 2023 sangat kecil.

“Tekanan pada tubuh gunung api saat ini berkurang, dan deformasi relatif stabil,” ungkap Wafid.

Pengamatan dan pemantauan terus dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan keamanan masyarakat di sekitar Gunung Marapi.

Sebagai gunung berstatus aktif, Marapi tetap menjadi perhatian utama dalam mitigasi bencana vulkanik di Sumatera Barat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel