Kristi Noem, mengungkapkan Serangan Brutal yang Tewaskan Dua Anak di Minneapolis

Kristi Noem
Robin Westman pelaku penembakan gereja katolik (Foto: BBC)

TIMETODAY.ID, WASHINGTON — Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Kristi Noem, mengungkapkan identitas pelaku penembakan brutal di sebuah gereja Katolik di Minneapolis, Minnesota, Rabu (27/8/2025).

Sosok yang kemudian diketahui bernama Robin Westman itu adalah seorang pria transgender. Aksi berdarah yang dilakukannya merenggut nyawa dua anak-anak dan melukai 17 orang lainnya.

Westman sempat meninggalkan pesan mengerikan. Dalam sebuah tulisan yang ia coretkan di magasin senapan yang digunakan untuk menyerang, dia menyinggung Presiden Donald Trump dengan ancaman akan membunuhnya.

Advertisement

Coretan itu menjadi jejak yang memperlihatkan sisi gelap pemikiran pelaku sebelum melancarkan terornya.

Baca Juga :  Ketegangan Thailand–Kamboja Meningkat, Trump Klaim Bisa “Hentikan Perang”

Bukan hanya itu, pelaku juga menuliskan kalimat “Untuk Anak-Anak” di magasin senjata yang dipakainya. Pesan itu seakan menunjukkan bahwa target utamanya adalah anak-anak sekolah.

Ia juga menulis kalimat penuh tantangan, “Di Mana Tuhan Kalian?”—sebuah ungkapan yang menimbulkan nuansa teror sekaligus pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya mendorong aksinya.

Penembakan berakhir tragis. Westman memilih mengakhiri hidupnya sendiri setelah melepaskan tembakan ke arah jemaat, sehingga motif yang mendasari serangan ini tidak bisa segera diungkap oleh pihak berwenang.

Sebagian besar korban adalah siswa sekolah Katolik yang tengah mengikuti misa pagi pertama di awal tahun ajaran baru. Suasana sakral di Gereja Annunciation seketika berubah mencekam, meninggalkan trauma mendalam bagi mereka yang selamat.

Baca Juga :  Iran Desak PBB Tuntut AS Bertanggung Jawab atas Serangan ke Fasilitas Nuklir

Menurut Kristi Noem, serangan itu merupakan tindakan yang nyaris tak terbayangkan. Pelaku dengan sengaja menargetkan kelompok paling rentan, yakni anak-anak yang datang untuk beribadah.

“Doa terdalam kami menyertai anak-anak, orang tua, keluarga, guru, dan seluruh umat Kristiani di mana pun berada. Kami berduka bersama mereka, berdoa untuk kesembuhan, dan kami tidak akan pernah melupakan mereka,” ucapnya penuh haru.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel