
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pagi ini, kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, diprediksi akan dipadati ribuan buruh. Sejak pukul 08.00 WIB, Kamis (28/8/2025), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi menuntut perbaikan kebijakan ketenagakerjaan.
Melalui unggahan di Instagram resminya, TMC Polda Metro Jaya mengingatkan agar masyarakat, khususnya para pengendara, mengantisipasi kemacetan di sekitar parlemen.
“Dikarenakan ada kegiatan aksi penyampaian pendapat oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), diimbau untuk gunakan jalur alternatif,” tulis akun @tmcpoldametro.
Imbauan serupa kembali disampaikan kepada warga agar tidak memaksakan diri melintasi depan kompleks DPR.
“Diimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menghindari area sekitar gedung DPR/MPR RI. Patuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan ketertiban bersama,” lanjut keterangan tersebut.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menegaskan bahwa pengaturan arus kendaraan di sekitar Senayan tidak langsung diberlakukan permanen. Menurutnya, rekayasa lalu lintas akan menyesuaikan situasi di lapangan.
“Rekayasa arus lalu lintas sifatnya situasional. Kalau pun jumlah massanya banyak, yang mengharuskan menggunakan kapasitas ruas jalan, maka kami akan melakukan pengalihan,” jelasnya.
Namun, bila massa aksi tidak terlalu besar, maka jalur di depan DPR tetap bisa dilintasi kendaraan umum.
“Kalau memang massanya jumlahnya tidak terlalu besar dan bisa berbagi ruas jalan dengan masyarakat lain, maka tidak kami alihkan. Jadi aktivitas tetap berjalan, masyarakat, semua tetap kita jalankan,” ucap Komarudin.
Polisi juga sudah menyiapkan antisipasi khusus bila ada massa yang meluber hingga ke jalan tol.
“Kami harus mengeluarkan yang di dalam tol itu untuk menjaga, jangan sampai terjebak di tengah konflik. Kami keluarkan di exit tol depan Polda dan di exit Tol Tegal Parang. Kemudian yang dari arah barat, kami keluarkan kemarin di Slipi ya,” tambahnya.
Gelombang Massa dari Jabodetabek
Aksi kali ini disebut bakal diikuti puluhan ribu buruh dari berbagai wilayah penyangga Ibu Kota mulai dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, hingga DKI Jakarta. Selain di DPR, massa juga dijadwalkan bergerak menuju Istana Kepresidenan.
Gerakan ini menjadi bagian dari aksi nasional bertajuk Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah (HOSTUM). Tidak hanya di Jakarta, aksi serupa juga akan digelar secara serentak di sejumlah provinsi lain di Indonesia.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































