Jangan Panik, Ini Cara Hadapi Anak Menangis di Sekolah

anak
ilustrasi anak menangis. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tangisan anak saat hari pertama atau beberapa pekan awal masuk sekolah sering kali membuat orang tua ikut merasa cemas. Momen perpisahan di gerbang sekolah memang tidak selalu berjalan mulus, terutama bagi anak yang baru pertama kali memasuki lingkungan belajar.

Psikolog menyebut kondisi ini sebagai separation anxiety atau kecemasan berpisah, yakni respons emosional ketika anak harus berpisah dari orang tua atau pengasuh utamanya. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), menangis, enggan masuk kelas, hingga terus meminta ditemani masih termasuk reaksi yang normal selama masa adaptasi.

Meski demikian, sikap orang tua saat mendampingi proses tersebut berperan besar dalam membantu anak merasa aman dan percaya diri di sekolah.

Advertisement

1. Tunjukkan Sikap Tenang Saat Mengantar

Anak cenderung menangkap emosi orang tuanya. Jika ayah atau ibu terlihat gugup, sedih, atau ragu saat berpamitan, anak bisa menganggap sekolah sebagai tempat yang menakutkan.

Sebaliknya, mengantar dengan sikap tenang, senyum, dan keyakinan dapat memberi sinyal bahwa sekolah adalah lingkungan yang aman untuk dijelajahi.

2. Buat Rutinitas Perpisahan yang Singkat

Perpisahan yang terlalu lama justru dapat memperpanjang kecemasan anak. Biasakan memiliki ritual sederhana setiap hari, misalnya memeluk, mencium, mengucapkan salam, lalu pergi.

Baca Juga :  Superman 2025 Cetak Rekor, Warner Bros. Optimistis Tembus US$200 Juta

Rutinitas yang konsisten membantu anak memahami bahwa orang tua memang akan pergi sementara dan kembali menjemputnya setelah sekolah selesai.

3. Jangan Pergi Diam-Diam atau Kembali Setelah Berpamitan

Sebagian orang tua memilih menghilang saat anak lengah agar tidak menangis. Cara ini justru dapat mengurangi rasa percaya anak karena ia merasa ditinggalkan tanpa penjelasan.

Begitu pula setelah berpamitan, sebaiknya jangan kembali hanya karena anak menangis. Jika hal itu terus dilakukan, anak dapat belajar bahwa menangis adalah cara agar orang tua tetap berada di dekatnya.

4. Arahkan Perhatian Anak ke Aktivitas Menarik

Penelitian mengenai separation anxiety pada anak usia dini menunjukkan kecemasan biasanya paling kuat terjadi saat momen perpisahan. Setelah perhatian anak beralih ke permainan, guru, atau teman sebaya, tangisan umumnya mulai mereda.

Karena itu, orang tua dapat bekerja sama dengan guru untuk mengajak anak mengikuti aktivitas favoritnya begitu tiba di sekolah.

5. Bangun Komunikasi dengan Guru

Proses adaptasi menjadi lebih mudah ketika guru menyambut anak dengan hangat dan memberikan rasa aman tanpa memaksanya segera berhenti menangis.

Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru juga membantu memantau perkembangan anak selama masa penyesuaian sehingga setiap perubahan dapat diketahui lebih cepat.

Baca Juga :  Resep Membuat Ayam Asam Manis

6. Berikan Apresiasi atas Kemajuan Kecil

Setiap perkembangan layak dihargai, sekecil apa pun. Misalnya ketika anak mulai lebih cepat tenang, berani masuk kelas sendiri, atau tangisannya semakin singkat.

Pujian sederhana dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi anak untuk terus beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

7. Kenali Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional

Menangis pada hari-hari pertama sekolah merupakan hal yang wajar. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung selama berminggu-minggu, semakin berat, membuat anak menolak sekolah, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog.

Langkah ini penting untuk memastikan apakah anak mengalami gangguan kecemasan berpisah yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Proses Adaptasi Setiap Anak Berbeda

Tidak semua anak mampu beradaptasi dalam waktu yang sama. Ada yang hanya membutuhkan beberapa hari, sementara yang lain memerlukan beberapa minggu hingga benar-benar merasa nyaman di lingkungan sekolah.

Yang terpenting, orang tua tetap sabar, menjaga rutinitas yang konsisten, serta bekerja sama dengan guru selama masa penyesuaian. Dengan dukungan yang tepat, sebagian besar anak akan memahami bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan orang tua akan selalu kembali menjemput mereka.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel