TIMETODAY.ID, JAKARTA — Penyanyi dan penulis lagu peraih Grammy Awards, SZA, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menerima diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme. Pengakuan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang langsung menarik perhatian para penggemar.
Dalam unggahannya, SZA membagikan cuplikan hasil evaluasi klinis yang telah dijalaninya. Ia mengaku akhirnya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan secara menyeluruh setelah sekian lama ingin memahami berbagai pengalaman yang selama ini dirasakannya.
SZA menyebut hasil pemeriksaannya sebagai Asperger’s atau high-functioning autism, istilah yang sebelumnya digunakan untuk menggambarkan individu autistik dengan kemampuan bahasa dan intelektual yang baik. Namun, berdasarkan klasifikasi medis saat ini, kondisi tersebut telah masuk dalam satu kategori diagnosis, yakni Autism Spectrum Disorder (ASD).
Dokumen evaluasi yang dibagikan menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan konsisten dengan diagnosis ASD. Laporan tersebut mencatat adanya perbedaan dalam cara berinteraksi secara sosial, sensitivitas terhadap rangsangan sensorik seperti suara, sentuhan, dan tekstur tertentu, serta kecenderungan melakukan masking, yaitu menyembunyikan karakteristik autisme agar lebih mudah beradaptasi di lingkungan sosial.
Meski demikian, hasil evaluasi juga menyebutkan bahwa SZA memiliki kemampuan bahasa yang sangat baik serta kemampuan penalaran pada tingkat superior. Namun, proses untuk terus menyesuaikan diri dalam berbagai situasi sosial membutuhkan energi yang besar dan dapat memicu kecemasan.
Dalam keterangannya, SZA mengaitkan diagnosis tersebut dengan berbagai pengalaman yang selama ini ia alami. Dengan nada ringan, ia mengatakan kemampuannya mengenali pola membuatnya sering merasa ada sesuatu yang perlu dipahami lebih jauh. Ia juga berseloroh bahwa kondisi tersebut mungkin menjadi salah satu alasan dirinya cukup aktif berinteraksi di kolom komentar media sosial.
Walaupun menggunakan istilah Asperger’s dan high-functioning autism dalam unggahannya, kedua istilah tersebut sebenarnya sudah tidak lagi digunakan sebagai diagnosis resmi sejak pembaruan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) pada 2013. Kini seluruh spektrum tersebut diklasifikasikan sebagai Autism Spectrum Disorder (ASD).
Keterbukaan SZA mendapat sambutan positif dari para penggemarnya. Banyak warganet memberikan dukungan sekaligus mengapresiasi keberaniannya berbagi pengalaman pribadi. Mereka menilai pengakuan tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai autisme pada orang dewasa, khususnya perempuan, yang tidak jarang baru mendapatkan diagnosis setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan dengan berbagai bentuk adaptasi sosial.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































