TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pernah merasa diabaikan saat sedang berbincang serius, tetapi lawan bicara justru sibuk menatap layar ponselnya? Situasi seperti ini semakin sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan ternyata memiliki istilah khusus dalam dunia psikologi, yakni phubbing.
Fenomena tersebut menggambarkan perilaku seseorang yang lebih fokus pada ponsel dibandingkan orang yang sedang berinteraksi langsung dengannya. Meski tampak sederhana, kebiasaan ini dapat memengaruhi kualitas komunikasi dan hubungan sosial.
Di tengah derasnya arus informasi digital, banyak orang kesulitan melepaskan perhatian dari gawai mereka, bahkan ketika sedang bercengkerama dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Takut Ketinggalan Informasi
Salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan perilaku phubbing adalah Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa khawatir tertinggal kabar, tren, atau aktivitas terbaru yang sedang berlangsung.
Perasaan tersebut membuat seseorang terdorong untuk terus memeriksa notifikasi, media sosial, hingga pesan yang masuk. Akibatnya, fokus terhadap percakapan yang sedang berlangsung menjadi terpecah.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan memeriksa ponsel secara berulang memiliki hubungan dengan FOMO dan kebiasaan penggunaan gawai yang berlebihan. Bagi sebagian orang, ponsel menjadi sarana untuk tetap merasa terhubung dengan lingkungan sosialnya.
Kebiasaan yang Terjadi Tanpa Disadari
Tidak semua orang membuka ponsel saat berbicara karena sengaja mengabaikan lawan bicaranya. Dalam banyak kasus, tindakan tersebut muncul secara spontan karena sudah menjadi kebiasaan.
Ketika notifikasi berbunyi, tangan secara refleks meraih ponsel. Bahkan saat percakapan berhenti sejenak, sebagian orang langsung memeriksa layar tanpa berpikir panjang.
Karena dilakukan berulang kali, kebiasaan ini berubah menjadi respons otomatis yang sering kali tidak disadari pelakunya. Padahal, tindakan tersebut dapat membuat orang lain merasa kurang dihargai atau tidak mendapatkan perhatian penuh.
Muncul Rasa Cemas Jika Tidak Mengecek Ponsel
Faktor lain yang mendorong seseorang terus-menerus melihat ponsel adalah kecemasan. Sebagian orang merasa gelisah apabila tidak mengetahui pesan terbaru atau khawatir melewatkan informasi penting.
Kondisi ini membuat mereka terus memeriksa perangkat meski tidak ada kebutuhan mendesak. Dalam sejumlah penelitian, FOMO disebut sebagai salah satu pemicu utama munculnya perilaku tersebut.
Bukan karena ada hal yang sangat penting, melainkan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat ketakutan tertinggal informasi.
Menjaga Fokus Saat Berinteraksi
Meski tidak selalu dilakukan dengan maksud tidak sopan, kebiasaan bermain ponsel saat berbicara tetap dapat mengurangi kualitas komunikasi.
Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi perilaku phubbing, seperti meletakkan ponsel dalam posisi terbalik, menonaktifkan notifikasi sementara, atau menyimpannya saat sedang berbincang dengan orang lain.
Memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara dinilai sebagai bentuk penghargaan yang sederhana namun penting. Kehadiran yang utuh dalam sebuah percakapan dapat membantu membangun hubungan yang lebih hangat, nyaman, dan bermakna di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi gangguan digital.
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































