Sambut 10 Muharram, Simak Niat dan Keutamaan Puasa Asyura

Muharram
Ilustrasi berbuka puasa. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Memasuki bulan Muharram, umat Islam kembali memiliki kesempatan memperbanyak amalan sunnah yang bernilai besar di sisi Allah SWT. Salah satu ibadah yang paling dianjurkan pada bulan pertama dalam kalender Hijriah ini adalah Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.

Puasa Asyura memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menjadi amalan yang rutin dikerjakan Rasulullah SAW, ibadah ini juga dikenal memiliki berbagai keutamaan, mulai dari penghapusan dosa hingga peningkatan derajat seorang hamba.

Keistimewaan bulan Muharram sendiri disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

Advertisement

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

Artinya: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram. Bahkan, Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebut Muharram sebagai bulan yang paling utama untuk melaksanakan puasa sunnah setelah Ramadan.

Jadwal Puasa Asyura 1448 Hijriah

Penentuan pelaksanaan Puasa Asyura bergantung pada awal Muharram yang ditetapkan masing-masing otoritas keagamaan.

Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama yang menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, maka Puasa Asyura 10 Muharram dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Sementara jika mengikuti hasil rukyatul hilal yang menetapkan 1 Muharram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026, maka Puasa Asyura jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026.

Baca Juga :  Merayakan Hari Persahabatan: Makna dan Cara Menjaga Ikatan Sahabat

Karena itu, umat Islam dianjurkan mengikuti penetapan yang berlaku sesuai otoritas keagamaan yang menjadi rujukan masing-masing.

Bacaan Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالى

Latin: Nawaitu Shauma ‘Asyuraa Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”

Dianjurkan Didahului Puasa Tasu’a

Sebelum menjalankan Puasa Asyura, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau yang dikenal sebagai Puasa Tasu’a.

Anjuran ini bertujuan untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dengan tradisi yang dilakukan kaum Yahudi pada hari yang sama.

Niat Puasa Tasu’a

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالى

Latin: Nawaitu Shauma Taasuu’aa Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Asyura

1. Menjadi Sebab Diampuninya Dosa Setahun

Salah satu keutamaan paling masyhur dari Puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: “Ketika Rasulullah ditanya tentang puasa Asyura, beliau menjawab, ‘Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu’.” (HR Muslim)

2. Termasuk Puasa Paling Utama Setelah Ramadan

Puasa Asyura merupakan bagian dari amalan sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram, bulan yang disebut Rasulullah SAW sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan.

Baca Juga :  10 Makanan Terbaik untuk Otak Bayi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

Artinya: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR Muslim)

3. Meninggikan Derajat Seorang Hamba

Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan Puasa Asyura tidak hanya berkaitan dengan penghapusan dosa.

Imam An-Nawawi menerangkan, apabila seseorang tidak memiliki dosa kecil yang perlu dihapuskan, maka Allah SWT akan meringankan dosa-dosa besarnya. Bahkan apabila ia tidak memiliki dosa besar maupun kecil, Allah akan meninggikan derajatnya di sisi-Nya.

4. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW

Puasa Asyura juga menjadi salah satu bentuk mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW mendapati masyarakat setempat berpuasa pada hari Asyura. Beliau kemudian menjalankan puasa tersebut dan menganjurkan para sahabat untuk melaksanakannya.

Karena itu, Puasa Asyura menjadi salah satu ibadah sunnah yang terus dijaga dan diamalkan umat Islam hingga saat ini.

Bulan Muharram bukan hanya menjadi penanda pergantian tahun Hijriah, tetapi juga momentum untuk memperbanyak amal saleh. Melalui Puasa Asyura dan berbagai ibadah sunnah lainnya, umat Islam dapat memulai tahun baru dengan semangat meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Wallahu a’lam bishawab.

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel