TIMETODAY.ID, BOGOR – Pernah merasa sedih saat sebuah drama Korea favorit tamat hanya dalam enam belas episode, padahal rasanya cerita itu masih bisa dikembangkan lebih jauh? Kini, kegelisahan semacam itu mulai jarang terjadi. Industri hiburan Korea Selatan perlahan bergeser dari format drama satu musim yang tuntas dalam belasan episode, menuju pola produksi multi-season yang menghadirkan kelanjutan kisah favorit penonton.
Pergeseran ini bukan tanpa alasan. Biaya produksi yang terus meningkat dan kompetisi antar rumah produksi yang semakin sengit membuat melanjutkan serial yang sudah punya basis penggemar dipandang sebagai langkah yang lebih aman dibanding memulai proyek baru dari nol. Bagi para pengamat industri, format multi-season pun tak lagi dianggap sebagai pengecualian, melainkan mulai menjadi salah satu model produksi yang lumrah.
SBS, Sang Pelopor
Jika ditelusuri, SBS bisa disebut sebagai stasiun televisi yang paling getol mengembangkan format ini. Titik baliknya ada pada drama medis dryang tayang perdana pada 2016 dan sukses meraih rating puncak hingga 28,4 persen. Dari sana, lahirlah sederet judul lanjutan seperti The Fiery Priest, The Penthouse: War in Life, hingga Taxi Driver, yang ikut memperkokoh nama SBS di kancah drakor.
Kepala Program SBS, Kim Ki-seul, menyebut keberhasilan drama berseri tidak semata soal popularitas. Menurutnya, kunci utamanya terletak pada kekuatan membangun dunia cerita dan karakter yang mampu menjaga keterikatan emosional penonton dari musim ke musim, seperti dikutip dari Korea Times, Minggu (21/6/2026).
Daftar Drama yang Siap Berlanjut
Beberapa judul populer pun telah dipastikan akan kembali. Flex X Cop yang dibintangi Ahn Bo-hyun bakal hadir dengan musim baru, begitu pula drama hukum Good Partner karya penulis Choi Yu-na yang terinspirasi dari kasus-kasus nyata. Tak ketinggalan, produksi musim kedua sinipsisyang dibintangi Park Shin-hye dikabarkan sedang berjalan.
Tren ini juga merambah platform streaming global. Netflix terus menggarap kelanjutan sejumlah judul andalannya, mulai dari Squid Game, Weak Hero, Bloodhounds, hingga All of Us Are Dead. Sementara itu, Disney+ tengah menyiapkan musim kedua Moving, drama yang sebelumnya mencuri perhatian pasar internasional.
Pertimbangan Bisnis di Baliknya
Di balik gemerlap layar, ada hitung-hitungan bisnis yang cukup pragmatis. Serial yang sukses pada musim pertama dinilai punya peluang lebih besar mempertahankan penonton ketimbang proyek baru yang belum punya nama. Fenomena ini turut beriringan dengan maraknya adaptasi webtoon dan novel web, yang sejak awal sudah membawa komunitas pembaca setianya sendiri sehingga risiko pasarnya pun lebih terukur.
Yoon Suk-jin, kritikus drama yang juga profesor di Chungnam National University, menilai format ini membuat proses produksi jadi lebih efisien sebab karakter, dunia cerita, dan konsep utamanya sudah terbukti diterima penonton. Ia juga mengamati bahwa perlambatan industri drama belakangan justru membuat para aktor lebih terbuka untuk kembali membintangi musim lanjutan, berbeda dari masa lalu ketika negosiasi honor dan jadwal sering menjadi batu sandungan.
Tantangan di Balik Tren
Namun, bukan berarti jalan ini selalu mulus. Tantangan terbesar tetap ada pada bagaimana kreator menjaga cerita agar tetap segar dan relevan. Berbeda dari banyak serial Barat yang sejak awal dirancang berseri, kebanyakan drama Korea baru memutuskan membuat musim lanjutan setelah musim pertamanya terbukti sukses besar. Pola semacam ini berisiko menimbulkan masalah pada struktur cerita maupun perkembangan karakter.
Yoon mengingatkan bahwa kesuksesan musim pertama tidak otomatis menjamin keberhasilan musim berikutnya. Setiap musim, menurutnya, perlu menawarkan pendekatan baru agar penonton tetap setia mengikuti ceritanya, termasuk dengan memberi ruang lebih luas bagi karakter pendukung yang sebelumnya hanya kebagian porsi kecil.
Dengan makin banyaknya stasiun televisi dan platform streaming yang merapat ke model ini, bukan tak mungkin drakor multi-season akan menjadi pemandangan yang semakin akrab bagi penggemar di tahun-tahun mendatang.








































