Kesemutan Berulang pada Tangan, Kenali 7 Penyebabnya Sejak Dini

Kesemutan
ilustrasi tangan Kesemutan. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTAKesemutan pada tangan merupakan keluhan yang cukup umum dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya muncul ketika saraf atau pembuluh darah mendapat tekanan, misalnya akibat posisi tidur yang salah atau terlalu lama berada dalam satu posisi. Dalam banyak kasus, sensasi kesemutan akan hilang dengan sendirinya setelah aliran darah dan fungsi saraf kembali normal.

Meski sering dianggap sepele, kesemutan yang muncul berulang kali, berlangsung lama, atau disertai gejala lain bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan tertentu. Mulai dari kekurangan vitamin hingga gangguan saraf, ada sejumlah kondisi yang dapat menjadi pemicunya.

Mengacu pada berbagai sumber kesehatan, salah satu penyebab kesemutan yang perlu mendapat perhatian adalah neuropati perifer, yakni kerusakan saraf yang dapat menimbulkan sensasi kesemutan, mati rasa, hingga nyeri pada tangan dan kaki.

Advertisement

Berikut beberapa penyebab tangan sering kesemutan yang perlu diketahui.

1. Kekurangan Vitamin

Asupan vitamin yang tidak mencukupi dapat memengaruhi kesehatan saraf. Kekurangan vitamin B1, B12, vitamin E, maupun niasin diketahui dapat memicu munculnya kesemutan pada tangan dan kaki.

Khusus pada kekurangan vitamin B12, gejala yang muncul tidak hanya berupa kesemutan, tetapi juga kelelahan, pusing, sesak napas, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan. Menariknya, kelebihan vitamin B6 juga dapat menyebabkan gangguan saraf yang menimbulkan keluhan serupa.

Baca Juga :  Anti Masuk Angin! 7 Makanan Kaya Vitamin yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan

2. Cedera Akibat Gerakan Berulang

Aktivitas yang melibatkan gerakan sama secara terus-menerus, seperti mengetik, menggunakan mouse komputer, atau pekerjaan manual tertentu, dapat memicu Repetitive Strain Injury (RSI).

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kesemutan, tetapi juga nyeri, pegal, kaku, kram, hingga kelemahan pada area tangan dan lengan. Keluhan biasanya membaik dengan istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas pemicu.

3. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dalam jangka panjang dapat merusak jaringan saraf. Kondisi yang dikenal sebagai neuropati alkoholik ini sering menimbulkan gejala berupa kesemutan, mati rasa, hingga nyeri pada tangan maupun kaki.

Risiko kerusakan saraf akan meningkat seiring lamanya paparan alkohol terhadap tubuh.

4. Efek Samping Obat-obatan

Tidak banyak yang menyadari bahwa beberapa jenis obat dapat menyebabkan kesemutan sebagai efek samping. Obat untuk terapi kanker, pengendalian kejang, maupun pengobatan tekanan darah tinggi termasuk yang berpotensi menimbulkan keluhan tersebut.

Jika gejala muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

5. Sindrom Terowongan Karpal

Sindrom terowongan karpal atau Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median yang berada di pergelangan tangan mengalami tekanan.

Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, dan nyeri yang menjalar ke tangan maupun lengan. CTS kerap dialami oleh pekerja yang sering menggunakan tangan secara berulang, serta ibu hamil akibat perubahan hormonal dan penumpukan cairan yang menekan saraf.

Baca Juga :  Xiaomi 14T Hadir di Indonesia, Usung Chipset Dimensity 8300 dan Kamera Leica

6. Sindrom Jebakan Saraf Ulnaris

Saraf ulnaris berperan dalam mengontrol sensasi dan gerakan pada sebagian tangan. Ketika saraf ini mengalami tekanan atau iritasi, seseorang dapat mengalami sindrom jebakan saraf ulnaris.

Gejala yang paling sering muncul adalah kesemutan pada jari manis dan jari kelingking, disertai rasa tidak nyaman pada bagian dalam lengan bawah.

7. Kelumpuhan Saraf Radial

Kelumpuhan saraf radial terjadi akibat adanya tekanan pada saraf radial yang membentang sepanjang lengan.

Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah posisi tidur yang membuat lengan terjepit dalam waktu lama. Selain kesemutan, kondisi ini juga dapat menyebabkan kelemahan pada pergelangan tangan dan jari-jari.

Kapan Harus ke Dokter?

Kesemutan yang muncul sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun, pemeriksaan medis perlu dilakukan jika keluhan terjadi berulang, berlangsung dalam waktu lama, semakin sering muncul, atau disertai gejala seperti nyeri hebat, mati rasa yang tidak kunjung membaik, hingga kelemahan otot.

Pemeriksaan sejak dini penting untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sebelum gangguan saraf berkembang menjadi lebih serius.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel