Istana Gitar Bogor, Saksi Kenangan di Balik Senar Tua

Istana Gitar
Pengelola Istana Gitar, Wahid Supriyadie, memperbaiki bagian badan gitar akustik menggunakan alat penjepit khusus di Istana Gitar, kawasan Yasmin, kota Bogor, Jawa Barat. Jumat (19/6/2026). FOTO : TIMETODAY.ID/B. SUPRIYADI.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Nilai sentimental dan sejarah yang melekat pada sebuah gitar membuat banyak pemiliknya memilih mempertahankan instrumen lama, alih-alih membeli yang baru, meskipun harus mengeluarkan biaya servis yang tidak sedikit. Fenomena ini menjadi salah satu alasan utama masih ramainya kunjungan ke Istana Gitar, bengkel servis alat musik di kawasan Yasmin, Bogor, yang telah beroperasi lebih dari 13 tahun.

Salah satu pengelola Istana Gitar, Wahid Supriyadie, mengatakan bahwa pertimbangan ekonomis biasanya menjadi acuan pertama sebelum pihaknya menerima sebuah gitar untuk diperbaiki. Namun, acuan itu dikecualikan bagi gitar yang memiliki kedekatan emosional dengan pemiliknya.

“Kalau misalnya rusaknya parah dan biaya servisnya lebih besar daripada nilai gitarnya, biasanya kami sarankan pelanggan untuk membeli gitar baru. Bukan karena kami tidak mau mengerjakan, tetapi kami kasihan kepada pelanggan. Namun kalau gitar itu memiliki nilai sejarah atau sentimental bagi pemiliknya, tetap kami kerjakan meskipun kondisinya sangat parah,” kata Wahid, Jumat (19/6/2026)

Advertisement
Baca Juga :  Membuat Selai Nanas Praktis di Rice Cooker: Anti Gosong dan Cocok untuk Isian Nastar

Menurut Wahid, gitar dengan nilai sejarah dan sentimental itu kerap menjadi pengerjaan paling menantang, sebab kerusakannya tidak jarang tergolong berat. Meski demikian, timnya tetap mengupayakan perbaikan demi mempertahankan instrumen tersebut tetap bisa digunakan oleh pemiliknya.

Keterampilan Wahid di bidang servis gitar sendiri berawal dari hobi bermusik yang kemudian berkembang menjadi usaha. Bersama keluarganya, ia mulai menekuni bisnis alat musik sejak 2013 melalui penjualan daring, sebelum membuka layanan fisik di Bogor pada 2014.

Saat ini, Istana Gitar dikelola oleh lima orang yang aktif, termasuk tim yang menangani penjualan secara daring. Selain jasa servis, usaha ini juga menyediakan suku cadang dan layanan upgrade gitar, mulai dari penggantian fret dan tuner, pemasangan equalizer, perbaikan bagian gitar yang patah, hingga penyetelan kenyamanan bermain.

Baca Juga :  Niat Puasa Tasua dan Penjelasannya

Wahid menyebutkan, biaya servis bervariasi tergantung jenis pekerjaan dan tingkat kerusakan.

“Servis ringan seperti mengganti sparepart tertentu bisa mulai dari Rp10 ribuan. Kalau pemasangan equalizer, tergantung jenisnya, ada yang mulai sekitar Rp55 ribu sampai Rp350 ribu berikut pemasangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelanggan Istana Gitar tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Bogor, tetapi juga dari Jakarta, Depok, dan sejumlah daerah lain di Jabodetabek. Untuk waktu pengerjaan, servis ringan umumnya dapat ditunggu langsung oleh pelanggan, sementara perbaikan yang lebih kompleks membutuhkan waktu lebih lama sesuai tingkat kerusakannya.

Menurut Wahid, keluhan yang paling sering ditemui pada gitar akustik adalah senar yang terasa terlalu tinggi sehingga kurang nyaman dimainkan. Penanganannya, kata dia, harus disesuaikan dengan kondisi fret dan konstruksi gitar, sebuah ketelitian yang menjadi alasan mengapa pemilik gitar lama tetap memilih memperbaiki ketimbang menggantinya dengan yang baru.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel