Mommy Wrist: Cedera Umum pada Ibu Baru yang Sering Diabaikan

ibu baru
Mommy wrist sering dialami ibu baru, tapi bukan berarti harus ditahan. Kenali gejalanya dan cegah sejak dini agar tetap nyaman merawat si kecil. ( foto: freepik )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Menjadi ibu baru berarti harus cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan. Mulai dari pola tidur bayi yang tidak menentu, proses menyusui, hingga menemukan posisi paling nyaman saat menggendong. Aktivitas yang dilakukan berulang tanpa jeda ini membuat tubuh bekerja lebih keras, terutama tangan dan pergelangan. Dari banyak keluhan yang muncul, salah satu yang paling sering dialami namun jarang disadari adalah mommy wrist.

Meski umum terjadi, banyak ibu yang menganggapnya sebagai bagian dari “perjuangan menjadi ibu” sehingga cenderung menahannya. Padahal, semakin cepat dikenali dan ditangani, semakin mudah proses pemulihannya. Lalu, apa sebenarnya mommy wrist dan bagaimana mengatasinya?

1. Apa itu Mommy Wrist?

Mommy wrist adalah istilah populer dari kondisi medis De Quervain’s Tenosynovitis, yaitu peradangan pada tendon yang menggerakkan ibu jari. Menurut Axes Physical Therapy, kondisi ini merupakan salah satu bentuk tendonitis yang paling banyak dialami ibu baru, terutama saat bayi masih sering digendong atau disusui.

Advertisement

Pada kondisi ini, tendon di sisi ibu jari mengalami iritasi dan pembengkakan. Ruang tempat tendon bergerak menyempit sehingga gerakan sederhana seperti memutar pergelangan atau menggerakkan ibu jari bisa menimbulkan nyeri.

Baca Juga :  Kunjungan Wisatawan Tak Terganggu, Thailand Siapkan Aturan Bebas Visa Baru

2. Gejala Mommy Wrist

Gejalanya biasanya muncul perlahan. Beberapa tanda yang sering dirasakan ibu:

  • Nyeri pada pangkal ibu jari hingga pergelangan tangan
  • Nyeri muncul saat beraktivitas maupun saat istirahat
  • Rasa seperti terbakar, tertusuk, atau ngilu
  • Bunyi klik saat menggerakkan ibu jari
  • Pembengkakan atau benjolan kecil di area pangkal ibu jari

Gerakan sederhana seperti menggendong bayi, membuka botol susu, mengetik, atau menggenggam benda kecil bisa memicu nyeri yang lebih kuat.

3. Penyebab Mommy Wrist

Penyebab utama mommy wrist adalah gerakan berulang pada tangan dan pergelangan. Bodywell Healthcare menyebut aktivitas berikut sebagai pemicu umum:

  • Mengangkat bayi berulang kali
  • Menopang kepala bayi saat menyusui
  • Mengganti popok dengan posisi tangan menahan beban
  • Posisi menggendong yang tidak tepat

Selain aktivitas, perubahan fisik selama dan setelah kehamilan seperti pembengkakan, retensi cairan, dan perubahan ligamen juga membuat pergelangan tangan lebih sensitif. Ditambah minimnya waktu istirahat bagi ibu baru, tendon menjadi lebih rentan mengalami iritasi.

Baca Juga :  Cara Tepat Merawat Mata Kucing Berair agar Tetap Sehat dan Bersih

4. Cara Meredakan Nyeri Mommy Wrist

Menurut Dr. Morgan Weber dari SSM Health, langkah awal menangani mommy wrist adalah mengurangi peradangan dan memberi waktu istirahat pada tendon. Beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Kompres es untuk menurunkan pembengkakan
  • Obat antinyeri, seperti ibuprofen
  • Wrist brace untuk membatasi pergerakan ibu jari
  • Mengubah teknik mengangkat bayi, misalnya teknik scooping agar pergelangan tetap lurus
  • Menggunakan bantal menyusu agar tangan tidak menahan beban berlebih

Jika nyeri tidak membaik, konsultasikan ke dokter atau terapis. Mereka dapat memberikan suntikan kortikosteroid dan, pada kasus berat, tindakan operasi menjadi opsi terakhir.

Mommy wrist memang terasa sepele, tetapi bisa sangat mengganggu aktivitas ibu dalam merawat bayi. Dengan mengenali gejalanya sejak awal dan menanganinya dengan tepat, ibu dapat mengurangi risiko cedera lebih lanjut dan tetap merawat si kecil dengan nyaman. (MG4)

“Mommy wrist sering dialami ibu baru, tapi bukan berarti harus ditahan. Kenali gejalanya dan cegah sejak dini agar tetap nyaman merawat si kecil.”

Tag (3 saja):

#MommyWrist #IbuBaru #KesehatanIbu

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel