Heboh Pria Berkebaya di Kirab 1 Suro, Warganet Perdebatkan Batas Tradisi

1 Suro
Heboh Pria Berkebaya (tengah) di Kirab 1 Suro, Warganet Perdebatkan Batas Tradisi. Foto: instagram.com/paola.serena

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo, yang selama ini dikenal sebagai prosesi budaya sarat makna, mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial. Sorotan tertuju pada seorang peserta bernama Rahadian M Saputra yang tampil mengenakan kebaya perempuan saat mengikuti kirab tersebut.

Perdebatan bermula setelah foto-foto pelaksanaan Kirab Malam 1 Suro yang digelar pada Selasa (16/6/2026) beredar di berbagai platform media sosial. Dalam sejumlah foto, Rahadian tampak mengenakan kebaya hitam, kain batik, dan sanggul, busana yang selama ini identik dengan peserta perempuan dalam prosesi adat Mangkunegaran.

Penampilan tersebut segera memancing beragam reaksi. Sebagian warganet menilai busana yang dikenakan tidak sesuai dengan pakem yang berlaku dalam kirab, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk ekspresi pribadi.

Advertisement

Perhatian publik semakin meningkat setelah seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta mengunggah kritik melalui akun Threads miliknya. Dalam unggahan itu, ia meminta pihak Mangkunegaran memberikan teguran karena menilai acara yang dianggap sakral tidak semestinya dijadikan sarana untuk menarik perhatian publik.

Baca Juga :  Brandon Blackstock Meninggal Dunia, Kelly Clarkson Tunda Konser untuk Dampingi Anak

Polemik kemudian melebar setelah influencer sekaligus aktris Paola Serena ikut terseret dalam perbincangan. Paola yang sempat mengunggah foto bersama Rahadian menjawab pertanyaan warganet dengan menyebut bahwa temannya telah memperoleh izin dari pihak penyelenggara untuk mengenakan busana tersebut.

Pernyataan itu justru memunculkan diskusi baru mengenai batas antara dispensasi khusus dan kewajiban mengikuti aturan adat yang telah berlaku dalam prosesi budaya.

Belakangan, Paola menyampaikan klarifikasi melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses pengurusan izin dan tidak mengetahui secara langsung bagaimana prosedur yang dilakukan oleh rekannya.

Paola juga menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang berkembang setelah unggahannya ramai diperbincangkan publik.

“Saya tidak pernah berniat untuk tidak menghormati acara ini,” kata Paola dalam video klarifikasinya, dikutip Jumat (19/6/2026).

Sementara itu, Rahadian juga menjadi sorotan setelah memberikan tanggapan mengenai busana yang dikenakannya. Dalam salah satu balasan di media sosial, ia menyatakan bahwa “pakaian tidak punya jenis kelamin”.

Baca Juga :  Feed Media Sosial: Cermin Diam-Diam tentang Siapa Kita Sebenarnya

Pernyataan tersebut menuai respons beragam. Sebagian pihak menilai pandangan itu sebagai bentuk kebebasan berekspresi, sedangkan pihak lain berpendapat bahwa inti persoalan terletak pada penghormatan terhadap aturan yang berlaku dalam sebuah upacara adat.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran, peserta laki-laki diwajibkan mengenakan beskap hitam dan kain jarik. Sementara peserta perempuan mengenakan kebaya hitam, kain batik, dan tata rambut sanggul. Aturan tersebut merupakan bagian dari pakem yang selama bertahun-tahun diterapkan dalam pelaksanaan kirab tahunan tersebut.

Hingga Jumat (19/6/2026), perdebatan mengenai kehadiran pria berkebaya dalam Kirab Malam 1 Suro masih terus berlangsung di media sosial. Diskusi yang muncul tidak hanya menyangkut persoalan busana, tetapi juga menyentuh isu yang lebih luas, mulai dari penghormatan terhadap tradisi, kepatuhan terhadap aturan adat, hingga batas antara ekspresi individu dan nilai-nilai budaya yang dianggap sakral.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel