Rupiah Menguat di Awal Pekan, Dolar AS Tergelincir ke Level Rp17.700

rupiah
ilustttrasi dolar dan rupiah. foto: ai

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (15/6/2026). Mata uang Garuda berhasil menekan laju dolar hingga kembali bergerak di kisaran Rp17.700 per dolar AS.

Berdasarkan data pasar, kurs dolar AS tercatat berada di level Rp17.782 pada pukul 09.05 WIB. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sekitar 0,44 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap mata uang AS masih berlanjut beberapa menit kemudian. Pada pukul 09.08 WIB, dolar AS kembali turun dan diperdagangkan di level Rp17.773 per dolar AS.

Advertisement
Baca Juga :  Pasar Cibinong Dipastikan Bebas Beras Oplosan, Pengawasan Terus Ditingkatkan

Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan bervariasi dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Di pasar global, mata uang Negeri Paman Sam masih menunjukkan penguatan terhadap beberapa mata uang Eropa.

Dolar AS tercatat menguat sekitar 0,27 persen terhadap euro (EUR). Sementara terhadap pound sterling Inggris (GBP), dolar juga mengalami kenaikan sekitar 0,25 persen.

Di sisi lain, dolar AS justru kehilangan tenaga terhadap sejumlah mata uang lainnya. Terhadap dolar Australia (AUD), mata uang AS melemah sekitar 0,37 persen.

Pelemahan juga terlihat terhadap yen Jepang (JPY) yang menguat tipis sehingga membuat dolar AS turun sekitar 0,02 persen. Kondisi serupa terjadi pada dolar Kanada (CAD) dengan pelemahan dolar AS sebesar 0,10 persen.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Tersandung, Dolar AS Menguat

Sementara itu, franc Swiss (CHF) menjadi salah satu mata uang yang mencatat penguatan lebih besar terhadap dolar AS, dengan pelemahan dolar mencapai sekitar 0,33 persen.

Pergerakan rupiah pada awal pekan ini menjadi perhatian pelaku pasar yang terus mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, serta dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal dan nilai tukar di pasar keuangan internasional.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel