TIMETODAY.ID, JAKARTA — Memasuki usia 30 tahun sering kali menjadi fase ketika tubuh mulai mengalami berbagai perubahan secara bertahap. Metabolisme yang tidak lagi secepat sebelumnya, proses pemulihan yang lebih lambat, hingga meningkatnya tekanan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari membuat banyak orang perlu lebih memperhatikan kesehatan mereka.
Di tengah kesibukan dan pola hidup modern, menjaga asupan nutrisi menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kebugaran tubuh dalam jangka panjang. Selain mengutamakan pola makan bergizi dan aktivitas fisik yang teratur, sejumlah suplemen juga dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang belum tercukupi dari makanan sehari-hari.
Praktisi kesehatan sekaligus dokter naturopati, Michael Murray, menyebut usia 30-an merupakan periode penting untuk membangun fondasi kesehatan yang akan berpengaruh pada kualitas hidup di masa mendatang.
“Usia 30-an adalah masa untuk membangun fondasi kesehatan jangka panjang. Suplemen yang tepat dapat membantu menjaga energi, kekuatan, dan ketahanan tubuh di masa mendatang,” tulis Dr. Murray dalam unggahan di Instagram.
Berikut beberapa suplemen yang dinilai memiliki manfaat dalam mendukung kesehatan saat memasuki usia 30-an.
Vitamin D
Vitamin D menjadi salah satu nutrisi yang banyak mendapat perhatian karena perannya yang penting bagi tubuh. Nutrisi ini membantu proses penyerapan kalsium sehingga berkontribusi terhadap kesehatan tulang dan gigi.
Selain itu, vitamin D juga berperan dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh serta membantu mengatur suasana hati. Kekurangan vitamin D cukup sering terjadi, terutama pada individu yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan dan jarang terpapar sinar matahari.
Magnesium
Magnesium terlibat dalam ratusan proses biologis di dalam tubuh, mulai dari produksi energi hingga fungsi saraf dan otot.
Mineral ini juga berperan dalam membantu tubuh mengelola stres serta menjaga kualitas tidur. Pola makan yang kurang seimbang, konsumsi makanan olahan, hingga kebiasaan mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat memengaruhi kadar magnesium dalam tubuh.
Asam Lemak Omega-3
Omega-3 dikenal sebagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, otak, dan persendian. Kandungan ini juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Sumber omega-3 banyak ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden. Namun bagi mereka yang jarang mengonsumsi makanan laut, suplemen omega-3 dapat menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.
Kolagen
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh akan mengalami penurunan. Padahal, protein ini memiliki peran penting dalam menjaga elastisitas kulit, kesehatan sendi, serta kekuatan jaringan ikat.
Karena itu, kolagen menjadi salah satu suplemen yang banyak dipilih untuk mendukung kesehatan kulit sekaligus membantu menjaga fungsi sendi dan massa otot.
Probiotik
Kesehatan saluran pencernaan kini semakin mendapat perhatian karena berhubungan erat dengan berbagai aspek kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Probiotik merupakan mikroorganisme baik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri dalam usus. Selain mendukung sistem pencernaan, keseimbangan mikrobiota usus juga diketahui berpengaruh terhadap sistem imun dan kesehatan mental.
Faktor seperti stres, pola makan yang kurang sehat, serta penggunaan antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik tersebut.
Kreatin
Selama ini kreatin lebih dikenal sebagai suplemen yang sering digunakan untuk meningkatkan performa olahraga dan kekuatan otot. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kreatin juga berpotensi mendukung fungsi kognitif dan membantu produksi energi tubuh.
Seiring bertambahnya usia, kadar kreatin alami dapat menurun, terutama pada individu yang kurang aktif secara fisik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kekuatan otot serta proses pemulihan setelah beraktivitas.
Tetap Utamakan Konsultasi dengan Ahli
Meskipun berbagai suplemen tersebut memiliki manfaat potensial, penggunaannya tidak bisa disamaratakan untuk setiap orang. Kebutuhan nutrisi masing-masing individu dapat berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, pola makan, hingga aktivitas sehari-hari.
Karena itu, para ahli menyarankan agar konsumsi suplemen dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan.
Pada akhirnya, suplemen berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti pola hidup sehat. Kombinasi antara asupan nutrisi seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan saat memasuki usia 30-an dan seterusnya.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































