TIMETODAY.ID, BOGOR – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Rusliandi mengancam akan memberikan sanksi kepada sekolah yang tetap menggelar kegiatan perpisahan maupun study tour yang membebani orang tua siswa, meski telah ada surat edaran larangan dari pemerintah daerah.
Rusliandi mengatakan, Disdik Kabupaten Bogor telah menerbitkan surat edaran yang melarang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), khususnya negeri, menyelenggarakan kegiatan yang menimbulkan beban biaya bagi wali murid.
“Kalau perpisahan, kami sudah buat edaran dari yang SD sampai SMP khususnya negeri untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang seperti itu, apalagi membebani orang tua, termasuk study tour,” kata Rusliandi, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua tidak dapat dijadikan alasan untuk tetap melaksanakan kegiatan yang memungut biaya dari wali murid.
“Boleh perpisahan sederhana di sekolah tanpa membebani iuran dari orang tua,” ujarnya.
Rusliandi menegaskan, pihak sekolah yang melanggar ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai aturan disiplin aparatur sipil negara (ASN). Namun, sebelum sanksi dijatuhkan, Disdik akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu.
“Ada aturan tahun 2021 tentang disiplin ASN. Bisa dilakukan seperti itu,” katanya.
Ia menjelaskan, proses klarifikasi diperlukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.
“Kita lihat nanti hasil klarifikasinya yang bersalah siapa, apa sekolah atau kepala sekolahnya atau ada guru yang di situ. Tidak bisa serta merta kita sampaikan,” tutur Rusliandi.
Di sisi lain, Disdik Kabupaten Bogor masih menerima sejumlah aduan masyarakat terkait rencana kegiatan perpisahan maupun study tour di sekolah.
Menurut Rusliandi, sebagian besar sekolah yang dilaporkan akhirnya membatalkan kegiatan setelah mendapatkan pembinaan dari Disdik.
“Ada yang aduan tapi sudah dibatalkan, rata-rata dibatalkan. Ada dua sampai tiga sekolah yang sudah dibatalkan,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































